Ketika Beban Terasa

Ketika kelelahan kerja datang menerpa, ketika suntuk akibat hambatan-hambatan yang ada terus berdatangan, ketika tidak ada jalur pelepasnya….

Aarrggghhhh…..!!!

Aku kangen rumah, kangen Mama Ani, kangen ADA, kangen Mama Miar, kangen sahabat-sahabat ESQ, kangen Batam…..

Ya Allah, berilah hamba kesabaran dan keikhlasan menjalani peran dan tugas ini. Kuatkan diri hamba yang lemah dengan tiupan kekuatan dariMu. Bantulah hamba membawa amanah di pundak ini, sehingga ia tidak terasa berat. Jauhkan hamba dari kekhawatiran-kekhawatiran yang ada, agar tetap lepas dan bebas dari belenggu-belenggu.

Ya Rabbi, telah kupasrahkan keluargaku padaMu dan aku percaya Engkau telah menjaga mereka dengan sangat lembut. Aku mensyukuri rahmat dariMu dan berlindung dibawah keperkasaanMu…

Update tak sampai 30 menit setelah posting di atas: Kata-kata bijak dari sahabat ESQ Pak Sonny sangat menyentuh hati, menggetarkan dada, dan menguraikan airmata: “Ada yang jauh lebih berat dari yang anda rasakan sekarang, kukuhkan niat teguhkan hati. Anda pergi bukan karena nafsu duniawi, bukan. Anda pergi untuk meningkatkan harkat & derajat keluargamu. Agar fitnah dan kehinaan jauh dari kehidupan keluargamu. Bantulah memecahkan masalah dengan sajadah dan sodaqoh. Insyaallah jalan lebih terang. Itu janji Allah. Salam.”

4 thoughts on “Ketika Beban Terasa

  1. Berjuanglah karena Tuhan mu..
    jangan patahkan semangat, manusia tidak memiliki batas kemampuan.. tapi manusia selalu membatasi kemampuan dengan alam pikirnya sendiri..

    salam,

  2. Terima kasih Sahabat, terima kasih! Airmata tadi malam telah membantu meluruhkan sesak di dada.

    Kata-kata yang menyejukkan hati itu seperti air dingin yang menghapus dahaga. Aku sudah merasa lebih baik sekarang.

  3. Gimana ya,,,,
    meninggalkan comford zone itu sulit krn sudah biasa..
    rasa rindu itu biasa,… baru juga seminggu…. gimana sebulan, dua bulan or seterusnya
    saran: nikmati aja….
    kalo doa ya.. udah banyak yang do’ain ya Ud….

    salam

  4. Bukan karena meninggalkan comfort zone Dek, tapi lebih pada work pressure yang tinggi dan tidak mendapatkan jalur pelepasan. Bukan keluarga yang diberatkan, karena kalau untuk ini sudah sangat terlatih sejak bertahun-tahun.

    Sekarang ini rasanya seperti maju ke medan perang tak dikenal seorang diri agar bisa survive.🙂

    Sekarang bermodalkan kalimat Laa ilahaillallah di hati dan kepala.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s