7 Tahun Yang Lalu

Kemaren nemuin photo lama di rumah.
Hehehehe lucu juga ngelihat gue 7 tahun lalu, yang masih kurus, berkumis, dan T-shirt mania….
Advertisements

I’m back !

Lama ngga’ mampir di blog lantaran komputer gue hancur, semua file and data hilang! Begitu juga koneksi ke internet jadi ngga’ bisa.

Lagipula kalau kerja normal kayak orang-orang (maksud gue, kerja di siang hari) gue ngga’ ada waktu buat buka internet. Kesempatan baru terbuka kalo pas masuk kerja malam.

So let’s see what I’m gonna write here…..

Harga BBM Resmi Naik (Lagi)

BBM naik lagi mulai 1 Oktober 2005. Sekarang bensin Rp. 4500/liter, solar jadi Rp. 4300/liter, terus minyak tanah Rp. 2000/liter, haaaaaahhhhhhhh……

Harga barang-barang kebutuhan merangkak naik, malah sebelum harga BBM diumumkan. Belum lagi berbagai keperluan vital seperti transportasi, listrik, ini-itu, segera menyusul. Kemaren saja naik taksi dari rumah yang biasanya hanya Rp. 2000 sudah menjadi Rp. 3000, naik 50% !!! Malah dengar-dengar dari Batu Aji ke Muka Kuning ditarik Rp. 4000 padahal sebelumnya hanya Rp. 2000 juga, naik 100% maaann….!!

Ada demonstrasi sopir angkutan kota juga. Mereka memblokir jalan dan melarang semua kendaraan roda empat lewat di pertigaan Barelang. Terpaksalah Pemko menurunkan bus Damri-nya dan Brimob menggunakan truknya untuk mengangkut para penumpang (yang sebagian besar adalah karyawan pabrik) menuju Muka Kuning. Karena jumlah bus/truk yang terbatas, terpaksalah sebagian besar berjalan kaki ! Fiuuhhh…. 4 kilometer yang berliku dan menanjak.

Masih bisakah rakyat Indonesia bertahan dalam kehidupan yang terasa semakin berat ini? Atau perlukah Pemerintah terus mengorbankan rakyatnya demi kelangsungan negeri yang sudah bangkrut ini?

“BBM naik tinggi, susu tak terbeli
orang pintar tarik subsidi,
bayi kami kurang gizi…”
(Iwan Fals dalam Galang Rambu Anarki)

Pe Ha Ka

Perusahaan melakukan perampingan karyawan dalam rangka efisiensi. Dalam waktu dekat, 9 orang karyawan permanen akan segera di PHK. Ini menjadi sebuah kemelut dengan pihak Serikat Pekerja karena beberapa dari karyawan tersebut adalah anggota mereka.

Beberapa hari belakangan ini sibuk dengan itu saja, sampai-sampai tak bisa berfikir hal yang lain. Memang berat untuk memutuskan siapa, berapa, dan kenapa alasannya. Tapi harus dilakukan sesuai arahan dari managemen atas, apalagi di Production memang kebanyakan Leader. Malah di SMT satu leader hanya pegang satu line. Ufff… satu orang memimpin 6 orang saja. Tak efisien memang.

Tentunya perusahaan akan membayarkan semua hak-hak mereka, malah sudah dihitung dan disediakan uangnya. Tinggal menunggu komando dari sang GM.

Yang jelas gue udah menginformasikan kepada anak buah gue yang terkena kebijakan ini, sebelum perusahaan memanggil mereka dan (bisa saja) menyebabkan mereka shock. But this is my risk, I’ve got to explain and be open with them. If they hate me after this, that are their choices. I did my job !

Bom Bali ke-2

Tadi malam ada bom lagi yang meledak di Bali, setelah hampir 3 tahun lalu membunuh 200 orang. Kali ini, diperkirakan ada 30 orang yang tewas.

Untuk apa tindakan pengecut ini dilakukan? Tak ada keberanian yang bisa dibanggakan ketika meledakkan orang-orang tak berdosa.

Hanya berharap mudah-mudahan para pengecut ini segera tertangkap dan menghadapi nasibnya ditentukan oleh tangan-tangan para penegak hukum.

Hari

Hari-hari berlari terus, tak pernah terasa.
Sementara waktu tak pernah bisa berhenti, kita terus berteriak-teriak ingin ikut di dalamnya.

Masih hari-hari yang sepi….

ADA & A’an, cepatlah pulang !