Waktu Luang? Ke Padang!

Saat ke Tesa Tour (travel agen) di Nagoya tadi pagi untuk memesan tiket pulang bagi Ibu mertua ke Surabaya hari Kamis 02/Aug, aku dan Mama Ani iseng bertanya harga tiket pesawat ke Padang. Aku punya waktu kosong antara hari Jum’at sampai Minggu dimana tidak ada rencana apa-apa sebelum berangkat bekerja ke Johor Bahru hari Senin 06/Aug. Jadi jika ada tiket pesawat murah ke Padang maka aku ingin pulang dulu untuk berpamitan dan meminta do’a restu dari keluarga besar di sana. Sekaligus juga untuk melihat keponakan ke-4 yang baru lahir hari Jum’at 27/July lalu (anak kedua Ummi Tuti & Ayah Aang).

Setelah diperiksa ke sistem komputer mereka yang online, harga tiket untuk aku, Mama Ani, dan ADA pulang pergi Batam-Padang-Batam dengan Merpati adalah 1.5 juta rupiah. Cukup murah sehingga aku dan Mama Ani kemudian sepakat memutuskan untuk segera mengambilnya.

Hore… ke Padang setelah 2 tahun lebih tidak pulang!

Alhamdulillah… Alhamdulillah… Alhamdulillah…

Biarlah aku, Mama Ani dan Allah Al ‘Aliim saja yang mengetahui apa maksud dari posting ini. Rasanya sangat membahagiakan bahwa rencana dari Al Baari’ dan Al Muqiit untuk aku dan keluarga sungguh sangat indah dengan waktu yang sangat sempurna!

Tiada yang lebih pantas selain ucapan Hamdallah untuk kebahagiaan dan kelapangan hati ini.

Alhamdulillah… alhamdulillah… alhamdulillah…

Keponakan Ke-4

Aku sedang briefing malam sesudah ESQ Training Prof-19 hari pertama dengan teman-teman ATS ketika telepon berdering. Dari sebuah nomor tak dikenal yang ternyata Mama Miar (HP Mama Miar hilang seminggu yang lalu, makanya memakai nomor baru). Mama Miar mengabarkan sedang berada di rumah sakit menemani Ummi Tuti yang baru saja melahirkan anak lelaki kedua!

Alhamdulillah… artinya proses kelahiran berjalan dengan sangat lancar dan tak ada masalah. Kesimpulan itu kuambil karena kurang dari 4 jam sebelumnya ketika aku menelpon Mama Miar saling bertukar kabar dan menanyakan kapan Ummi Tuti akan melahirkan, Mama Miar mengatakan belum ada tanda-tandanya.

Muhammad Ryan Faridh, itulah nama gagah yang diberikan oleh Ummi Tuti & Ayah Aang kepada bayi yang dilahirkan dengan bobot 3.7 kg dan panjang 48 cm tersebut.

Selamat untuk Ummi Tuti & Ayah Aang atas kelahiran putera kedua. Selamat untuk Mama Miar yang sekarang menjadi nenek atas 5 cucu. Serta, selamat datang ke dunia, keponakanku!

MS-2 & Prof-19 Batam

4 hari ke belakang adalah hari yang penuh dengan satu kata buatku dan Mama Ani: ESQ. Hari Rabu tanggal 26/July aku mengikuti ESQ Intermediate Training Mission Statement (MS) angkatan ke-2 Batam. Berikutnya hari Jum’at, Sabtu & Minggu (27~29/July) giliran Mama Ani mengikuti ESQ Training Profesional angkatan ke-19, dimana aku juga Alhamdulillah dapat membantu sebagai ATS (sesuai rencana ini).
Training MS dipandu oleh trainer Fahrul Jamal, seorang trainer senior yang baru pertama kali datang dan memberi training di Batam. Pak Fahrul didampingi oleh 2 orang asisten trainer yaitu Mas Jaya (kembarannya Mas Surya) dan Mas Kuncoro, serta dibantu oleh sahabat-sahabat ATS Batam (para alumni MS-3 Jakarta dan MS-1 Batam). Training berlangsung sehari penuh, sangat interaktif, dan juga penuh deraian air mata.

Setelah mengikuti MS aku mendapatkan keyakinan yang semakin tebal pada visi, misi, dan nilai-nilai yang harus dimiliki dalam kehidupan ini. Visi dan misi hidup bukanlah ditentukan oleh manusia itu sendiri, tetapi telah dituliskanNya bagi setiap manusia. Subhanallah! Insya Alah ini akan menjadi bekal yang kuat bagi hidupku.

Mama Ani mengikuti training ESQ untuk pertama kalinya. Setelah mendapatkan penjelasan singkat pada Open House di bulan Mei lalu dan juga melalui pembicaraan kami sehari-hari, inilah waktunya bagi Mama Ani untuk merasakan sendiri pengalaman luar biasa sebagai peserta training untuk belajar mengenal diri sendiri, darimana asalnya, apa tujuan hidupnya, dan hendak kemana setelah hidup berakhir. Belajar dengan menggunakan metode Islam tentang 1 Ihsan, 6 Prinsip Rukun Iman, dan 5 Langkah Rukun Islam.

Alhamdulillah hasilnya langsung terasa. Dari hari pertama, Mama Ani sudah tersentuh hatinya, ia tersungkur, bersujud dan menangis. Aku bahagia sekali melihatnya, ikut menangis bersama hidayah yang didapatnya. Berkali-kali Mama Ani menangis sepanjang training, pada setiap modul yang diberikan oleh Pak Fahrul Jamal dan 2 asistennya. Karena itulah aku yang tadinya berencana tidak full time sebagai ATS di hari Jum’at (siang~sore) & Sabtu (pagi~siang) karena harus ke kantor, akhirnya memutuskan untuk tetap di ruang training 3 hari penuh menemani dan mendukungnya.

Aku lihat Mama Ani menikmati setiap sesi training dengan baik. Pada sesi-sesi permainan atau ketika trainer mengajukan pertanyaan, Mama Ani ikut aktif sehingga beberapa hadiah kecil seperti buku dan VCD diperolehnya (VCD dapat 2 kali, salah satu diberikan kepada Weni, sahabat karibnya yang juga mengikuti training).

Selamat datang dalam dunia bahagia spiritualitas ESQ, Mama Ani!

Rencana Ikut MS-2 Batam

Insya Allah hari Kamis 26/July besok aku akan mengikuti ESQ Intermediate Training Mission Statement angkatan ke-2 Batam di Hotel Planet Holiday. Mudah-mudahan dapat diikuti dengan baik dan memberikan cahaya hikmah yang baru bagiku dan menjadi manfaat yang akan melekat sampai ke akhir hayat.

Seusai MS-2, akan dilaksanakan juga ESQ Training Profesional angkatan 19 Batam selama 3 hari pada tanggal 27~29/July di tempat yang sama. Dan Insya Allah juga Mama Ani akan ikut sebagai peserta. Semoga Mama Ani mendapatkan hidayah dan hikmah yang luar biasa!

Di tengah-tengah kesibukan yang sangat padat sehubungan kepindahan perusahaan ke Nusajaya – JB, waktu yang ada akan kumanfaatkan sebaik mungkin. Mudah-mudahan aku juga dapat membantu aktif di training Prof-19 besok ini dengan menjadi ATS kembali.

Hari Tanpa TV

Ada himbauan untuk tidak menghidupkan pesawat TV selama satu hari pada hari Minggu 22 Juli 2007 besok. Himbauan ini adalah bentuk keprihatinan atas isi tayangan TV yang tidak aman dan sehat untuk anak-anak. Pemilihan tanggal 22 Juli terkait dengan peringatan Hari Anak Nasional yang akan jatuh pada tanggal 23 Juli 2007.

Aku sangat mendukung himbauan ini karena memang tayangan TV di Indonesia sangat tidak baik untuk anak-anak. Mulai dari tayangan kekerasan (berita kriminal, gulat smackdown, dll), sinetron percintaan (bahkan anak SD pun sudah cinta-cintaan… bah, kemana otaknya pembuat cerita sinetron itu!), gosip entertainment (dari mata baru mulai melek sampai mau tidur, ada sepanjang hari), acara musik yang mengumbar aurat dan gaya sensual, sampai ke tayangan beberapa reality show yang memberikan mimpi-mimpi tak terjangkau. Jika orang tua tidak ikut menemani anak-anak mereka menonton acara-acara tersebut, maka anak akan sangat terpengaruh dan dengan mudahnya meniru perilaku di TV.

Secara pribadi di rumah, aku dan keluarga memang bukan TV junkie. Tidak ada keterikatan untuk ‘harus’ menonton acara TV tertentu dan juga tidak memiliki ‘penyesalan’ jika melewatkan satu tayangan tertentu. Aku menonton TV kalau sedang ingin menyaksikan acara berita (favorit: Liputan 6 di SCTV) atau kalau sedang ada acara olahraga tertentu saja. Mama Ani malah tidak betah untuk duduk di depan TV karena lebih suka untuk bercengkrama bersama-sama keluarga.

Karena itulah kami membatasi anak kami ADA dalam menonton TV. Kami melarang ADA menyalakan dan menonton TV jika tidak bersama kami. Acara yang ditonton juga kami seleksi dengan ketat. Jika sudah mulai ada indikasi-indikasi negatif di satu saluran TV (misalnya orang teriak marah-marah di sinetron, atau pakaian dan goyangan penyanyi dalam acara musik nampak tak senonoh, atau cerita khayal yang tak masuk akal, dan hal-hal berbau mistis) maka otomatis kami pindah ke saluran TV yang lain. Dan ketika saluran-saluran TV yang lain juga tidak menayangkan acara yang bermanfaat, maka mematikan TV dan melakukan kegiatan lain adalah pilihan utama kami.

Mari kita dukung dan laksanakan himbauan Hari Tanpa TV ini demi menjaga anak-anak kita!

Terbengkalainya Multiply-ku

Karena kesibukan dengan pekerjaan belakangan ini, account MP-ku jadi tak tersentuh cukup lama, sekitar satu bulanan. Ternyata selama ditinggal tersebut, ada beberapa hal yang seharusnya kulakukan untuk menjaganya. Misalnya ada permintaan untuk menjadi contacts-ku, ada yang bertanya ini itu, ada yang komentarnya perlu untuk dijawab, dan lain-lain. Dengan ketidakhadiranku menanganinya, mungkin saja beberapa visitors akan kecewa dan tidak mau balik lagi.

Padahal tujuanku sebelumnya punya account di MP adalah untuk sekedar memiliki media penyimpanan bagi koleksi musik dan video digital yang sudah memakan space cukup besar di hard disk komputerku. Aku tidak pernah mengundang siapa-siapa (kecuali yang menjadi member di sini dan ingin mengoleksi video musik ini) untuk berkunjung ke MP-ku. Tapi memang akan seperti itu jadinya di dunia maya internet dimana semua orang bisa pergi kemana saja yang ia suka, termasuk mampir dan meninggalkan jejak di MP-ku. Lagipula berbagi koleksi di MP ternyata asyik juga untuk menambah pengetahuan (buatku terutama) musik dan teman.

Hari ini aku sempat upload beberapa playlists terbaru sekaligus ganti template agar punya suasana baru. Mudah-mudahan setelah ini aku akan bisa lebih rutin datang dan lebih banyak koleksi lagi untuk dibagi di sana.