Sekedar Sapa

Maksud hati ingin selalu meng-update blog ini dengan tulisan-tulisan baru. Tapi saat ini keadaan tidak memungkinkanku untuk bisa sering-sering mampir.

Nanti kalau sudah ada waktu yang cukup dan akses yang bagus ke internet, mudah-mudahan aku bisa merangkum beberapa kisah yang terjadi selama periode vacuum ini.

Untuk sekarang, hanya ini yang bisa dituliskan. Paling tidak ada catatan pengingat yang bisa dipakai dan berguna kelak. Yang jelas, blog pribadi ini akan tetap hidup!

Aku Di tumblr.

Oh iya, mumpung ingat, sekalian saja aku beritahu mengenai akun-ku di tumblr. Belum digunakan sebenarnya, baru masuk beberapa saat dan masih dipelajari. Nampaknya sesuai dengan tag-nya yaitu “the easiest way to blog” maka cocok sekali bagi yang baru di dunia blog.

Silakan cari aku di sini, meski isinya di sana belum apa-apa.

Untuk saat ini cenderung akan kusimpan saja dulu.

Nge-Tweets

Karena belum pernah di-publish di sini, sekedar ngasih tahu aja kalau aku juga punya akun di microblog Twitter. Sebenarnya udah lama kepengen punya, tapi baru belakangan kesampaian. Lupa tanggal persisnya, tapi sekitaran akhir September atau awal October lalu.

Bagi teman-teman yang suka nge-twit di sana, silakan cari aku dengan id: a_ardal.

Yang jelas, nambah lagi satu tempat yang perlu didatangi tiap hari di dunia maya internet. Let’s tweets…!

Menulis (Lagi) Yuuk…!

Seorang adik mengirimkan sebuah cerita padaku di sebuah situs jejaring sosial internet. Kubaca dan kunikmati. Bagus dan mengalir kisahnya. Dengan bahasa yang menarik dan ide cerita yang ‘berat’. Layaknya cerita/tulisan  seorang penulis terkenal yang telah menghasilkan banyak karya. Di akhir cerita si adik menuliskan namanya di situ sebagai penulis cerita. Wah, cukup mengagetkan bercampur senang ternyata adikku memiliki bakat menulis yang hebat. Maka kemudian aku telusuri kembali tulisan-tulisannya terdahulu dan semakin yakin bahwa ia memang berbakat di bidang ini.

Seorang teman menuliskan di catatannya bahwa Tuhan telah membimbingnya kembali untuk menulis. Dengan cara yang sangat mudah, indah dan sederhana, begitu katanya. Maka ia akan kembali menulis bersamaNya. Berpacu dan meminta dipacu.

Teman yang lain, baru kukenal setelah aku pindah ke Samarinda, ternyata adalah seorang blogger terkenal. Blognya selalu ramai didatangi ratusan orang setiap jamnya. Maka berbagilah ia cerita bagaimana menjadikan tulisan dan blognya sebagai sumber penghasilan tambahan.

Bak cambuk, itu semua melecutku hari-hari ini. Bagai kuda bagal yang tersentak, berlarilah aku ke sini. Ke rumah tempat segala yang terlintas di benak pernah ditumpahkan begitu sering. Sebuah rumah tempat bermanja-manja yang pernah dialu-alukan. Rumah yang sekarang terbengkalai tak terurus. Ah, sebuah rindu yang ingin terlampiaskan segera!

Maka rumahku, berharaplah aku akan selalu diselimuti semangat ini agar engkau selalu terisi. Seperti dulu. Saat setiap jengkal waktu tak ada yang terlewatkan tanpa sebuah catatan mengenainya. Saat setiap kisah mendapatkan tempat bercerita di ruang tamumu.

Tulislah apa yang kau mau. Tuliskan pada saat kau mau. Tulis dimana kamu bisa.

Daripada Kosong, Posting Pertama Bulan Ini Nih…

Pagi tadi bangun dengan rasa malas yang luar biasa. Angka digital di HP-ku sudah menunjukkan waktu 05.07 WITA. Adzan Subuh jelas sudah berlalu, hanya meninggalkan suara sayup-sayup orang membaca Al Qur’an dari spekear masjid terdekat yang sampai ke telingaku. Tapi bagaimanapun juga, kewajiban harus tetap dilaksanakan. Panggilan Illahi adalah segalanya. Jadi dengan tekad kuat aku seret badan ini ke kamar mandi untuk mengambil wudhu membersihkan diri dan melaksanakan shalat.

Ada dua hal yang membuatku tidak terbangun oleh suara alarm, yang menimbulkan rasa malas membuka mata itu. Kelelahan akibat bermain futsal dan posisi tidur yang salah. Ya, tim kantorku diajak bertanding oleh tim futsal kantor tambang yang lain tadi malam. Bukan, bukan kompetisi. Hanya pertandingan persahabatan. Tapi tetap saja melelahkan dan menguras tenaga. Apalagi mainnya 2 jam sekaligus. Sampai di rumah, setelah mandi, langsung terkapar tidur. Entah bagaimana tidurku, yang jelas bangun-bangun pinggang terasa sakit. Selidik punya selidik, ternyata papan kayu dipanku itu renggang di bagian tengah, di situlah posisi pinggang kemungkinan agak melesak ke dalam dan menimbulkan rasa sakit saat bangunnya.

Eh, kok malah jadi menulis yang ngga’ penting gitu? Tak banyak yang hendak ditulis dari hari-hariku belakangan ini, makanya yang ngga’ penting juga ditulis, hehehe…. Hari-hariku diisi dengan bekerja di kantor dan beristirahat di rumah setelahnya. Tak banyak yang melenceng dari itu. Jadi, apa yang hendak ditulis? Pekerjaan ya begitu-begitu saja. Membosankan untuk diceritakan, tak menarik. Di rumah apalagi? Memangnya hendak menulis soal sepinya hiburan di rumah gara-gara jaringan TV kabel di cabut (“mas, jangan gegabah dong main cabut aja! kami ‘kan selalu bayar. ayo, dipasangin lagi!“). Atau soal ‘masakan’ mbak Siti (orang yang membantu bersih-bersih, nyuci dan masak di mess) yang itu-itu saja. Tidak menarik, ‘kan?

Selain itu juga lantaran keranjingan ber-fesbuk-ria, banyak hal tercurah ke sana. Update status di Facebook bisa beberapa kali sehari, belum terhitung komentar-komentar di status teman-teman. Sehingga rasanya apa yang ada di pikiran sudah keluar semua dan tidak perlu dituliskan secara tersendiri ke dalam blog. Makanya jadi jarang mampir untuk menulis di sini.

Tapi isi blog harusnya beda dong dengan status di FB, ya ngga’? Betul. Karena itulah aku mampir sekarang dan menulis kembali. Meski tidak penting tapi tetap berarti. Bukan demikian, teman? Sampai bertemu di tulisan berikutnya!

Quick Update

Baru sembuh dari sakit, ini baru keluar rumah setelah istirahat hampir 9 hari. Aku sempatkan menulis sedikit di sini sambil menunggui anak pulang sekolah. Cerita lengkapnya nanti saja kalau sudah ‘waras’ beneran, ini masih dalam pemulihan.

Sudah, itu saja.

Kabar Dari Pelosok

Aha, akhirnya sempat juga mampir dan menulis untuk postingan ini! What a full and tiring week! Ini pun disempat-sempatkan menulis karena dalam perjalanan terkadang sulit mendapatkan koneksi ke dunia maya. Kalaupun dapat itupun tidak lama, hanya bisa untuk sekedar menjenguk dan memperbaharui status di situs maya yang lain.

Oke, saat ini aku berada di Pandaan, sebuah wilayah dalam administrasi kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Setelah perjalanan panjang dari Johor Bahru ke Surabaya, dilanjutkan ke Pandaan untuk beristirahat semalam, esoknya menelusuri rel kereta api melewati Malang, Blitar dan berakhir di Kediri. 2 hari di sana dan hari ini aku dan keluarga telah kembali lagi ke Pandaan, di peternakan sapi perah tempat bapak mertuaku bekerja.

Namanya di desa, terpelosok lagi (ingat, ini peternakan sapi perah yang memang sengaja dibangun jauh dari pemukiman penduduk), aku jelas kesulitan mendapatkan koneksi ke internet. Jaringan telepon tetap (fix line) tidak ada, apalagi koneksi wireless untuk ditumpangi yang sama sekai tidak ada. Jadi tulisan ini bisa sampai dan terbaca di sini adalah setelah melalui proses yang sedikit butuh perjuangan hehehe… Ya, untuk itu aku harus menulisnya terlebih dahulu di rumah, disimpan di harddisk atau flashdisk, mencari internet hotspot atau warnet, baru kemudian di-upload di blog.

Tapi bagaimanapun aku senang bisa menulis dan berkabar tentang hari-hariku. Meski untuk itu ada usaha yang sedikit lebih untuk melakukannya.