Daripada Kosong, Posting Pertama Bulan Ini Nih…

Pagi tadi bangun dengan rasa malas yang luar biasa. Angka digital di HP-ku sudah menunjukkan waktu 05.07 WITA. Adzan Subuh jelas sudah berlalu, hanya meninggalkan suara sayup-sayup orang membaca Al Qur’an dari spekear masjid terdekat yang sampai ke telingaku. Tapi bagaimanapun juga, kewajiban harus tetap dilaksanakan. Panggilan Illahi adalah segalanya. Jadi dengan tekad kuat aku seret badan ini ke kamar mandi untuk mengambil wudhu membersihkan diri dan melaksanakan shalat.

Ada dua hal yang membuatku tidak terbangun oleh suara alarm, yang menimbulkan rasa malas membuka mata itu. Kelelahan akibat bermain futsal dan posisi tidur yang salah. Ya, tim kantorku diajak bertanding oleh tim futsal kantor tambang yang lain tadi malam. Bukan, bukan kompetisi. Hanya pertandingan persahabatan. Tapi tetap saja melelahkan dan menguras tenaga. Apalagi mainnya 2 jam sekaligus. Sampai di rumah, setelah mandi, langsung terkapar tidur. Entah bagaimana tidurku, yang jelas bangun-bangun pinggang terasa sakit. Selidik punya selidik, ternyata papan kayu dipanku itu renggang di bagian tengah, di situlah posisi pinggang kemungkinan agak melesak ke dalam dan menimbulkan rasa sakit saat bangunnya.

Eh, kok malah jadi menulis yang ngga’ penting gitu? Tak banyak yang hendak ditulis dari hari-hariku belakangan ini, makanya yang ngga’ penting juga ditulis, hehehe…. Hari-hariku diisi dengan bekerja di kantor dan beristirahat di rumah setelahnya. Tak banyak yang melenceng dari itu. Jadi, apa yang hendak ditulis? Pekerjaan ya begitu-begitu saja. Membosankan untuk diceritakan, tak menarik. Di rumah apalagi? Memangnya hendak menulis soal sepinya hiburan di rumah gara-gara jaringan TV kabel di cabut (“mas, jangan gegabah dong main cabut aja! kami ‘kan selalu bayar. ayo, dipasangin lagi!“). Atau soal ‘masakan’ mbak Siti (orang yang membantu bersih-bersih, nyuci dan masak di mess) yang itu-itu saja. Tidak menarik, ‘kan?

Selain itu juga lantaran keranjingan ber-fesbuk-ria, banyak hal tercurah ke sana. Update status di Facebook bisa beberapa kali sehari, belum terhitung komentar-komentar di status teman-teman. Sehingga rasanya apa yang ada di pikiran sudah keluar semua dan tidak perlu dituliskan secara tersendiri ke dalam blog. Makanya jadi jarang mampir untuk menulis di sini.

Tapi isi blog harusnya beda dong dengan status di FB, ya ngga’? Betul. Karena itulah aku mampir sekarang dan menulis kembali. Meski tidak penting tapi tetap berarti. Bukan demikian, teman? Sampai bertemu di tulisan berikutnya!

Ngga’ Mood, Beneran…!

Hari ini tidak ada rencana menulis, tapi rasanya jari jemariku gatal ingin mengetik sesuatu. Jadi biarlah, apapun nanti hasilnya, akan tetap aku post di blog. Anggap saja sebagai sebuah tulisan liar tak berdasar dari seseorang yang hatinya sedang ngga’ jelas. Jika susah dipahami, harap dimaklumi saja ya.

Benar-benar ngga’ mood untuk dan pada banyak hal dalam hal pekerjaan. Rasanya udah malas, tantangannya udah ngga’ ada. Faktor-faktor pendukung semangat kerja supaya tetap tinggi banyak yang sudah tidak ada, internal dan eksternal. Pikiran sudah terbang jauh ke Indonesia, sudah tidak sabaran untuk segera berangkat ke sana. Duduk di depan PC dari pagi sampai petang, tapi yang dikerjakan lebih banyak yang tidak fokus. Sedikit membuat instruksi atau jadwal, jauuuh lebih banyak menjelajahi dunia maya sehingga tidak produktif.

Aku tahu kenapa, tapi biarlah ia mengendap di kepala ini saja.

Mungkin satu pertanda juga, seumur-umur kenal Microsoft Excel baru hariĀ  ini satu sheet file bisa terpakai penuh sampai ke ujung. Mengerti ‘kan yang kumaksud? Ya, penuh data dari kolom A sampai IV! Artinya kolom A sampai Z terisi, kemudian AA~AZ, kemudian BA~BZ, dst… sampai IA~IV semua terisi/terpakai. Banyak dan panjang sekali bukan? Pernahkah kamu, Kawan?

Aku memaknainya dengan pengertian inilah ujung, inilah akhir suatu periode.

Barang-barang pribadi sudah mulai dikemasi, dirapikan, dan dimasukkan ke dalam kotak kardus. Sehari-hari tidak banyak kelihatannya, tapi setelah dikumpulkan dan disusun, bahkan kotak kardus itupun sangat berat untuk digeser, apalagi diangkat. Biarlah, nanti petugas pengiriman barang yang akan menanganinya. Masih banyak barang yang belum dirapikan. Nanti ada yang masih layak untuk dijual, ada yang akan dihibahkan, dan sebagian mungkin akan berakhir di tempat sampah.

Kepalaku penuh dengan rencana. Semua berseliweran. Berbelit dengan harapan dan juga keraguan.

Kehidupan, bagaimanapun, terus berjalan. Mood atau tidak, gelisah atau kepastian, senang atau sedih, terasa berat atau ringan, berbuah atau meranggas, itu ‘kan perputaran rodanya. Jalani saja, hadapi saja, tulis saja, apapun hasilnya, nikmati saja… Laailahaillallah!

Here I Go Again!

Tuh ‘kan, baru bisa posting lagi sekarang? Hampir 20 hari sejak posting terakhir tentang main bowling itu, hari ini ada kesempatan untuk menulis sebentar. Agak longgar pekerjaan di Sabtu penghujung tahun.

Harus dirunut dulu satu-satu apa yang mau dituliskan, banyak soalnya. Ya udah, dibaca saja apa yang muncul dan tertulis di sini, okay?

Baru Muncul Lagi

Aduuh… ada banyak sekali yang ingin ditulis nih, secara sudah begitu lama tidak mampir ke sini. Pekerjaan di pabrik akhir-akhir ini menyita waktu banget, tidak memberi kesempatan untuk duduk dan menulis. Jadinya ya begini ini, blog menjadi tak terperbaharui. Mana libur Hari Raya selama satu minggu aku habiskan di Batam bersama keluarga juga.

Ya udah deh, nanti cerita-cerita terbaru akan ditulis lagi. Mudah-mudahan pada sabar menunggunya ya… hehehe…

Sudoku

Sudah lama aku mengenal Sudoku, permainan angka pada kotak 9×9 yang terkenal itu. Di Nokia-ku yang dulu ada fitur game ini. Demikian juga di MP4 player. Atau jika pagi-pagi mampir di S’pore dan mendapatkan mypaper, di situ juga kutemukan sudoku. Sesekali dimainkan, tapi tidak secara serius. Hanya sebagai pengisi waktu saja. Jadi kalau tidak terisi penuh atau salah, ya sudah begitu saja. Baru beberapa waktu belakangan ini aku berusaha agar saat bermain seluruh kotak terisi dengan angka yang benar. Kalau tidak bisa menyelesaikannya, rasanya penasaran.

Beberapa kali aku juga mencoba membuat Sudoku versiku sendiri dengan mengisi kotak kosong 9×9 itu dengan angka-angka yang kuacak sendiri. Sampai tadi pagi, tidak satupun yang bisa terisi penuh dengan baik dan benar. Selalu ada angka yang tidak dapat dimasukkan ke dalamnya atau ada angka yang ganda. Kesulitannya mungkin pada penentuan letak angka yang aku acak tanpa aturan tertentu, benar-benar acak sesukanya saja (ada aturannya juga ‘kali ya?). Akibatnya ya itu tadi, ada kotak yang tidak terisi dengan angka yang benar.

Nah gambar di atas adalah sudoku buatan sendiri pertamaku yang terisi secara penuh dan benar! Hihihi… ada kepuasan tersendiri bisa mengisi kotak kosong 9×9 itu dengan angka-angka yang tepat. Asyik juga, coba lagi ah…

Sandal

Dapat hadiah dari Mama Ani: sebuah sandal. Sekembalinya dari Batam mengurus pembuatan passport baru kemarin malam, Mama Ani memberiku sebuah kotak berisi sandal ini.

Murah dan cakep, Pa!” katanya. “Sesudah diskon 50% dan 20% harganya tinggal 72 ribu. Lumayan untuk menggantikan sandal Papa yang udah sobek itu.

Cakep juga. Thank you, Mama Ani!