Halangan Cuti

Akhir minggu ini aku akan mengambil cuti kerja periodik 2 minggu. Penanganan tugas-tugas yang biasa kulakukan sudah dirancang dan diserahterimakan sejak minggu lalu. Ada orang baru yang aku latih untuk bisa membantu di saat aku tidak bekerja. Rasanya sudah tidak akan ada masalah lagi. Sampai pagi ini.

Lha kok ya salah satu orang yang kuserahi tanggung jawab paling besar tiba-tiba mengajukan pengunduran diri mendadak. Katanya harus keluar hari ini juga.

Ealaaah… jadi repot lagi nih! Aku harus mengajar orang lain lagi untuk bisa menangani beberapa pekerjaanku. Kalau tidak, cuti periodikku bisa terancam mundur! Padahal tiket sudah dibeli jauh-jauh hari agar bisa dapat yang ekonomis. Kalau saat-saat musim libur sekolah begini membeli tiket pesawat, wuah… harganya melangit pasti!

Huff… mulai dari bawah lagi dan waktunya semakin sempit!

Pack Dear, Pack…!

Persiapan telah, sedang dan akan terus dilakukan!

pack2Pengunduran diri dari perusahaan dan sekolah untukku dan ADA sudah diajukan dan disetujui. Permit kerja, tinggal dan belajar untuk masing-masing aku, Mama Ani dan ADA juga sudah dibatalkan dan disesuaikan dengan tanggal keberangkatan kami meninggalkan Johor. Status booking pesawat sudah confirmed. Beberapa hal administratif di perusahaan dan sekolah satu persatu saat ini sedang diselesaikan.

Barang-barang pribadi di apartemen sudah dipilah-pilah dan dimasukkan ke dalam kotak kardus. Kotak-kotak yang nampak di gambar sebelah akan dikirim lebih dahulu dengan menggunakan jasa kurir. Sebagian yang lain akan dibawa sebagai jatah bagasi di pesawat terbang yang akan membawa kami ke Surabaya.

Seperti biasa, ADA si gadis kecilku, tak ingin ketinggalan kalau sedang ada acara photo-photo. Meski itu hanya sekedar bersanding dengan tumpukan kotak kardus ๐Ÿ™‚

Ngga’ Mood, Beneran…!

Hari ini tidak ada rencana menulis, tapi rasanya jari jemariku gatal ingin mengetik sesuatu. Jadi biarlah, apapun nanti hasilnya, akan tetap aku post di blog. Anggap saja sebagai sebuah tulisan liar tak berdasar dari seseorang yang hatinya sedang ngga’ jelas. Jika susah dipahami, harap dimaklumi saja ya.

Benar-benar ngga’ mood untuk dan pada banyak hal dalam hal pekerjaan. Rasanya udah malas, tantangannya udah ngga’ ada. Faktor-faktor pendukung semangat kerja supaya tetap tinggi banyak yang sudah tidak ada, internal dan eksternal. Pikiran sudah terbang jauh ke Indonesia, sudah tidak sabaran untuk segera berangkat ke sana. Duduk di depan PC dari pagi sampai petang, tapi yang dikerjakan lebih banyak yang tidak fokus. Sedikit membuat instruksi atau jadwal, jauuuh lebih banyak menjelajahi dunia maya sehingga tidak produktif.

Aku tahu kenapa, tapi biarlah ia mengendap di kepala ini saja.

Mungkin satu pertanda juga, seumur-umur kenal Microsoft Excel baru hariย  ini satu sheet file bisa terpakai penuh sampai ke ujung. Mengerti ‘kan yang kumaksud? Ya, penuh data dari kolom A sampai IV! Artinya kolom A sampai Z terisi, kemudian AA~AZ, kemudian BA~BZ, dst… sampai IA~IV semua terisi/terpakai. Banyak dan panjang sekali bukan? Pernahkah kamu, Kawan?

Aku memaknainya dengan pengertian inilah ujung, inilah akhir suatu periode.

Barang-barang pribadi sudah mulai dikemasi, dirapikan, dan dimasukkan ke dalam kotak kardus. Sehari-hari tidak banyak kelihatannya, tapi setelah dikumpulkan dan disusun, bahkan kotak kardus itupun sangat berat untuk digeser, apalagi diangkat. Biarlah, nanti petugas pengiriman barang yang akan menanganinya. Masih banyak barang yang belum dirapikan. Nanti ada yang masih layak untuk dijual, ada yang akan dihibahkan, dan sebagian mungkin akan berakhir di tempat sampah.

Kepalaku penuh dengan rencana. Semua berseliweran. Berbelit dengan harapan dan juga keraguan.

Kehidupan, bagaimanapun, terus berjalan. Mood atau tidak, gelisah atau kepastian, senang atau sedih, terasa berat atau ringan, berbuah atau meranggas, itu ‘kan perputaran rodanya. Jalani saja, hadapi saja, tulis saja, apapun hasilnya, nikmati saja… Laailahaillallah!

Oooh… Inginnya!

Mau menginap dan bersantai-santai mengurangi beban kehidupan di sini?

Seorang teman Mama Ani mengajak ke Cameron Highlands akhir bulan ini. Mereka sekeluarga akan mengambil kesempatan Deepavali (hari raya Hindu) nanti untuk berlibur di sana satu minggu. Menurut mereka tempatnya sangat indah, berudara sejuk, pemandangannya luar biasa (hamparan kebun teh), serta memiliki beberapa kebun khusus strawberry, mawar, sayur-sayuran dan tempat pengembangbiakan kupu-kupu.

Sementara voucher di bawah sudah di tangan, saat ini kami masih belum memutuskan untuk pergi ke sana. Ada beberapa hal lain yang perlu diprioritaskan terlebih dahulu. Let’s see later.

Pergi… tidak… pergi… tidak… pergi… tidak… pergi…

Mau? ๐Ÿ™‚

Sore Ini ke Batam

Nanti sore aku dan keluarga akan ke Batam. Saat ini aku masih harus bekerja (dapat giliran tugas sebagai Sunday Duty Manager) makanya baru bisa berangkat setelah jam 6 sore (waktu Johor). Jika perjalanan lancar, jam 9 malam waktu Batam kami sudah akan sampai di sana.

Tujuan ke Batam adalah untuk mengurus perpanjangan paspor Mama Ani yang akan berakhir October nanti. Mengingat aturan internasional bahwa masa berlaku penggunaan paspor untuk memasuki suatu negara adalah minimum masih valid dalam 6 bulan, dan juga telah berakhirnya izin tinggal (dependant pass), maka Mama Ani memerlukan paspor baru untuk bisa masuk dan berada di Malaysia dengan aman.

Aku sudah mengajukan izin cuti untuk hari Selasa sehingga bisa tidak masuk kerja 2 hari (hari Senin adalah hari libur pengganti hari Minggu kerjaku). Sementara untuk ADA, aku juga sudah menyurati dan menemui guru kelasnya memintakan izin tidak masuk sekolah 2 hari juga. Seorang kontak yang akan mengurus segala sesuatu urusan imigrasi di Batam juga sudah dihubungi. Aku hanya perlu menyerahkan dokumen dan sejumlah uang (dalam jumlah lebih tentu saja, karena ini jalur cepat) padanya esok pagi.

Mudah-mudahan semuanya lancar.

Rencana Training ESQ JB

Sejak pindah tinggal dan bekerja di JB, aku belum sekali jua menghadiri atau terlibat dalam pelaksanaan training ESQ di sini. Aku secara rutin masih terus ke Batam sebulan sekali untuk hadir di training sebagai ATS. Dan juga saat training pertama ESQ oleh Club 165 Singapore diadakan aku datang menghadiri. Alasan kesibukan kerja, ketidaktahuan tempat dan waktu pelaksanaan, dan faktor jarak yang relatif jauh dari tempat tinggal adalah beberapa yang bisa disebut sehingga aku belum dapat berjumpa dengan sahabat-sahabat ESQ Johor Bahru.

Adalah pembicaraan saat training ESQ Profesional angkatan 24 Batam dan email dengan Mas Bram yang mendorong aku untuk merencanakan hadir pada training ESQ Johor. Kemudian sebuah SMS indah dari bunda Dewi Fauzi (wakil III korwil Kepri/koordinator training profesional Batam) untuk berbagi kebahagiaan dan do’a pada hari ulang tahun Pak Fahrul Jamal (trainer ESQ) yang mendorongku untuk mengirimkan SMS ucapan selamat dan do’a ulang tahun untuk Pak Fahrul. Dan Subhanallah, sungguh tiada kebetulan di dunia ini, jawaban SMS Pak Fahrul mengatakan bahwa beliau ternyata sedang berada di Johor Bahru untuk memberikan training pada angkatan 7 Johor Bahru 25~27 Januari 2008 besok ini! Wah, jadi semakin bulat keinginan untuk ikut hadir. Apalagi kemudian Pak Fahrul juga mengajak untuk bertemu dan menanyakan apakah aku bersedia menjadi ATS.

Insya Allah gayung ajakan dan pertanyaan itu akan kusambut. Aku sedang mengatur jadwal kerjaku dan melihat situasi di kilang saat ini yang agak longgar tiba-tiba high loading, nampaknya tidak ada masalah bagiku agar bisa hadir pada hari Sabtu dan Minggu. Mama Ani juga antusias untuk hadir, mengingat Pak Fahrul adalah juga trainer saat ia mengikuti training kelas profesional angkatan 19 Batam.