Ban Belakang Baru

Hari ini gajian! Seperti pernah disebut sebelumnya, aku udah niatin untuk ke bengkel beliin GL Pro sebuah ban belakang baru untuk menggantikan ban lama yang udah botak.

Beli ban merk Mizzel 80/90 18 seharga Rp. 140.000 sudah termasuk ongkos pasang. Siiip dah !

Advertisements

LKS Bipartite Periode 2007-2009

Tulisan ini agak telat dibuat karena peristiwanya sudah berlangsung tanggal 16/Maret lalu. Namun ada baiknya ditulis juga, untuk menjadi catatan di blog ini.

Aku terpilih sebagai Wakil Ketua pada kepengurusan Lembaga Kerja Sama Bipartite di perusahaan untuk periode 2007 – 2009. Hasil voting tertinggi diperoleh Hadimun (Engg Asst Manager) yang otomatis membawanya menduduki kursi Ketua Bipartite. Kami berdua adalah perwakilan Management di lembaga konsultasi dan komunikasi perusahaan ini. Dalam kepengurusan sebelumnya (periode 2005 – 2007) sebagai perwakilan karyawan, aku berada di Komite Keagamaan. Serah terima kepengurusan dijadwalkan akan diadakan pada tanggal 19/April mendatang di Batamindo Bussiness Council Lounge di Batamindo.
Photo di atas adalah saat kami (dari kanan: Hadimun, aku, dan Yusnita – Bendahara) diminta untuk memberikan kata sambutan singkat. Juga tampak dalam photo Mr Chua Choon Chye, GM sekaligus Pres-Dir PT Plexus Manufacturing Indonesia.

Engkol Patah

Halah…. baru juga ditulis di sini kemaren, si GL Pro udah minta diceritain lagi. Kali ini tentang kick starter (engkol kaki) yang patah.

Selesai mengerjakan tugas-tugas di meja kantor sore kemaren jam 5 aku langsung turun ke tempat parkir untuk mengeluarkan si GL Pro. Waktu mengengkol lancar-lancar saja dan motor hidup seperti biasa. Tapi ketika engkol dilepas, tiba-tiba tuas engkol itu jatuh! Kaget juga aku dibuatnya, soalnya baru kali ini mengalami kejadian engkol bisa patah.

Mesin motor kumatikan kembali dan mengamati tuas engkol tersebut, bagaimana kira-kira mengatasi masalah ini. Kalau didorong ke bengkel dan ganti engkol baru, lumayan jauh bengkelnya dan ngga’ tahu apakah ada stock engkol untuk GL Pro ini. Kalau diperbaiki, cara satu-satunya adalah di-las. Tapi mengingat sempitnya area pengelasan, mungkin tidak cukup kuat (beberapa kali engkol bisa patah lagi). Tapi tidak ada salahnya mencoba.

Maka motor kudorong ke bagian Maintenance/Facility dan minta tolong pada salah seorang karyawan di sana (Mas Wahyu) untuk mengelas engkol itu. Setelah selesai dilas dan dirapiin pakai gerinda serta dipasang ulang ke motor, aku mengengkol motor. Benar saja, sekali engkol sudah patah lagi! Tuas engkol malah terlempar ke depan.

Setelah mencari-cari dan memutar akal, aku dan Wahyu kemudian menggunakan sebuah baut besar sebagai penyambung engkol ke pengunci bawah. Baut di las rapat dan memutar, kemudian dirapikan kembali dengan gerinda. Beberapa kali sempat bongkar pasang ke motor karena belum pas, akhirnya selesai juga. Kucoba mengengkol beberapa kali, tidak ada masalah. Hore!

Rencana pulang sore akhirnya terkendala. Pengerjaan perbaikan itu baru selesai dalam 2 jam, jadi praktis baru jam 7 malam lewat aku bisa keluar dari pabrik. Cape deh…!

Si GL Pro

Ngga’ tahu kenapa, hari ini pengen nulis tentang si GLPro-ku. Barangkali karena belakangan ini GLPro suka bikin aku mangkel, lantaran ban belakang yang sering gembos. Seminggu terakhir ini aja aku udah (terpaksa) ganti ban dalam 2 kali karena gembosnya ngga’ bisa ditambal. Sementara gembosnya sendiri ada 3 kali. Yang tambah bikin mangkel, justru terjadi pas dia lagi dibutuhkan untuk ngantar ke kantor atau sekolah si ADA!

Penyebab utama ban dalam bermasalah adalah karena ban luarnya udah luar biasa tipis termakan aspal jalan. Ditambah lagi beban yang harus dia tanggung saat aku dan keluarga menungganginya. Kami memang keluarga besar, dengan ‘besar’ dalam arti yang sesungguhnya 😉

Salah satu prioritas utama setelah terima gaji di akhir bulan ini adalah beli ban belakang buat si GLPro-ku, biar ngga’ gembos terus. Agar perjalanan kemana-mana bisa enak dan lancar tanpa gangguan.

O iya, photo di atas adalah ketika si GLPro ketahuan parkir tidak di area parkir perusahaan (alasannya waktu itu adalah karena hujan lebat, jadi kalau aku parkir motor di tempat parkir, maka aku bakalan basah kuyub). Dijepret sama uncle Tommie (yang selain membawahi Training Section juga punya tugas khusus menjaga tata tertib, kebersihan, keteraturan dan disiplin di perusahaan), tapi ngga’ di-publish ke khalayak perusahaan. Cingcai wo, kan teman sendiri hehehe…

Diawali dengan Do’a

Dua hari terakhir ini, aku dan keluarga mulai membiasakan diri untuk berdo’a bersama-sama sebelum berangkat meninggalkan rumah. Kami bertiga berdiri saling berhadapan membentuk lingkaran sambil saling berpegangan tangan. Kami berdo’a untuk diri pribadi, untuk orang tua, sanak saudara dan umat Islam, agar diberikan rahmat dan hidayah oleh Allah SWT. Kami meminta agar langkah kaki kami untuk mendapatkan rezeki, menuntut ilmu dan menjalani kehidupan mendapatkan ridhoNya. Kami meminta dijauhkan dari mara bahaya, berserah diri atas apa-apa yang kami tinggalkan, dan diberikan kekuatan. Kami membaca do’a, membaca Ummul Qur’an Al Fatihah, dan kemudian saling bersalaman.

Ini adalah caraku dan keluarga membentengi diri dan hidup kami, agar tetap berada di dalam garis ketentuan Allah SWT dan mendapatkan perlindunganNya.

Saat ini kami juga sedang berusaha menghafalkan 99 nama Allah atau yang dikenal sebagai Asma’ul Husna. Insya Allah ini akan menjadi tambahan bagi do’a pagi kami, agar segala kebaikan akan selalu bersama kami.

Ya Allah, aku pasrahkan hidupku padaMu, menjalani tugas kehidupan di dunia untuk mengabdi dan bersujud padaMu, menikmati taqdir yang telah Kau tetapkan dengan menggantungkan diri pada Syahadat, dan untuk nanti kembali keharibaanMu mempertanggungjawabkan segala perbuatan di dunia.

Dalam Kenangan: Papa Azmi Ridjan

Jika Allah SWT memberinya umur yang panjang, maka hari ini (23 Maret) ia tepat berusia 62 tahun. Namun Allah Al Qoodir telah menentukan takdirnya, ia dipanggil pulang ke Rahmatullah tahun 1999 di saat berusia 54 tahun, setelah dirawat di rumah sakit selama seminggu akibat tingginya kadar gula darah dalam tubuh. Ia adalah almarhum Papaku tercinta, Azmi Ridjan.

Ya Allah Yaa Ghofuur, ampunilah semua dosa dan kesalahan yang telah diperbuatnya di dunia, karena sungguh hanya kepadaMu kami memohon ampunan.

Ya Allah Yaa Adlu, terimalah semua amal ibadahnya dan Kau berikan pahala atas perbuatan baiknya selama hidup di dunia, karena hanya padaMu kami mengharap balasan.

Ya Allah Yaa Hakam, berikanlah tempat yang terbaik baginya di alam kubur saat ini dan di hari perhitungan nanti, karena Engkaulah yang Maha Menetapkan.