ADA is Top 4 in Her Grade 3 Class

Dapat kabar menggembirakan dari Mama Ani tadi pagi. Dalam penerimaan rapor akhir semester genap kelas 3 di Elementary School Anak Bangsa Cerdas, Pandaan, ADA berhasil menduduki rangking 4. Ini adalah peningkatan prestasi dari semester sebelumnya dimana ADA meraih ranking 7 di kelas.

Aku senang karena pencapaian ini melampau ‘target’ yang kami obrolkan dengan ADA setelah menerima rapor semester lalu. Dalam obrolan tersebut kami mengajak ADA untuk meraih posisi 5 besar di kelas. Kami tunjukkan beberapa cara bagaimana ia akan mampu meraih posisi tersebut dan alhamdulillah dengan kerja keras, do’a dan niat dari ADA sendiri, sekarang ‘target’ tersebut tercapai.

Great job, ADA!

Dengan pencapaian ini ADA sudah menunjukkan bahwa ADA bisa beradaptasi dengan baik dengan pola belajar, materi pelajaran, dan bahasa penyampaian di sekolah yang sekarang, yang jelas berbeda dengan saat belajar di Sekolah Kebangsaan di Johor lalu. Yakinlah dengan kesungguhan dan kerja keras ADA sendiri, prestasi ADA akan terus meningkat. I know you can , baby! We will always support you 🙂

Advertisements

(Kurang) Tertarik Piala Dunia 2010

Babak penyisihan grup Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan sudah hampir selesai. Beberapa kali terjadi kejutan dimana tim negara unggulan kalah atau tidak menunjukkan penampilan yang baik. Orang-orang ramai menjadi komentator dadakan, merasa paling tahu apa yang terjadi di lapangan hijau. Nuansa Piala Dunia terasa dumana-mana.

Ditengah semua kebisingan Piala Dunia sepakbola tersebut, aku kok merasa tidak begitu tertarik untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan itu ya? Padahal kalau biasanya yang bermain klub-klub unggulan atau negara-negara besar sepakbola dunia, aku selalu tidak mau ketinggalan menyaksikan. Bahkan begadang sampai pagi pun dilakoni.

Mungkin karena masih di babak penyisihan barangkali ya? Siapa tahu nanti di babak-babak selanjutnya pertandingan dan persaingannya akan makin seru sehingga lebih menarik perhatianku. Mari kita lihat… 🙂

Adakah Yang Lebih Agung?

Petang telah jatuh sejak tadi. Bahkan dipercepat oleh awan gelap yang membawa hujan deras di bumi etam Samarinda.

Adzan berkumandang lantang memanggil. Mataku tak berkedip menatap layar televisi. Aku tahu aku harus segera bangkit karena hatiku telah berteriak, “ayo bangun dari dudukmu, ambil wudhu dan laksanakan shalat!“. Tapi mataku tetap menatap acara di TV, terlalu menarik baginya. Aku tak beranjak.

Lalu tiba-tiba saja ‘blep’! Mati lampu!

Gelap di sekililingku! Pekat! Astaghfirullah’al adzhiim…

Ini caraNya! Ini caraNya!

Maka serta merta aku bangkit dan meraba-raba dalam kegelapan menuju kamar mandi. Berwudhu. Lalu meraba-raba lagi naik ke kamar di lantai dua. Menabrak-nabrak. Terbentur-bentur.

Ini caraNya! Ini caraNya!

Memegang label sebagai patokan, sajadah kugelar. Hatiku terpecah, padaNya dan pada caraNya ini. Kucoba bulatkan hati dan bertakbir. Allahu Akbar!

Tanpa peringatan, serta merta ‘cling’! Listrik menyala kembali!

Ini caraNya! Ini caraNya!

Dan aku tersungkur, bersujud dan menangis!

Adzan adalah panggilan Tuhan. Panggilan Tuhan kepadamu. Adakah yang lebih penting daripada itu? Adakah yang lebih agung daripada itu?

Menua Itu Keren

Di masjid seusai shalat Jum’at tadi aku melihat seorang bapak tua. Ia memakai baju koko putih, berpeci dan sarung kotak-kotak. Yang menarik perhatianku dari si bapak ini adalah kulitnya yang keriput. Entah bagaimana, keriputnya terlihat keren dimataku. Mungkin karena keriputnya rata atau mungkin karena warna kulit bapak itu yang agak terang, pokoknya keriputnya itu kelihatan asyik saja dipandang.

Ternyata menua itu juga bisa terlihat keren, tidak melulu dinilai lemah atau tak berdaya!

Mudah-mudahan saat aku menua kelak, Insya Allah atas seizin Allah SWT, aku bisa terlihat keren juga 🙂

Kalau Lagi Sibuk

Pemandangan di meja kerjaku suatu waktu. Beberapa gadgets yang sedang dalam posisi siaga penuh. Ada PC (di samping meja, tak terlihat) dengan flat monitornya, sebuah laptop Toshiba yang sedang melayani sebuah modem 3G dan eksternal harddisk (lupa berapa GB kapasitasnya, nanti di-update), 2 flashdisk yang siaga jika sewaktu-waktu diperlukan (dan masih ada 2 lagi di dalam tas, tidak terlihat), kalkulator, dan 3 buah handphone berbeda tipe.

Biasanya begitu posisinya, kalau lagi sibuk di kantor. Kalau lagi mobile seperti ke mining site, cukup bawa laptop dan tetek bengeknya itu. HP tentu juga dibawa, kadang bisa tiga-tiganya! Kalau PC jelas ditinggal, karena ngga’ mungkin digotong-gotong ‘kan? Hahaha…