Night Views

Memotret malam tanpa pencahayaan bantuan selain cahaya alami. Tanpa flashlight. Tanpa tripod.

Dari lantai 4 dan 5 apartemen ke arah pabrik, pertokoan Gelang Patah, sekolah, dan jauh ke arah perumahan Nusantara.

Masih perlu belajar banyak.

Advertisements

Nilai Mid-Test

Pulang sekolah Rabu kemarin ADA membawa hasil ujian tengah semesternya. Wow, sangat membanggakan! Nilainya di atas rata-rata.

Pemahaman Bahasa Melayu: 100%

Penulisan Bahasa Melayu: 92%

Mathematic: 92%

Science: 94%

Menurut ADA, banyak teman-temannya yang mendapat nilai jauh di bawahnya. Ada yang bahkan 50% saja. Namun ada juga satu dua yang lebih baik, meski ia tak tahu siapa dan berapa karena guru kelasnya tidak menyebutkan. Tapi nama ADA adalah salah satu yang dipuji bagus oleh gurunya.

Dengan bangga memperlihatkan nilai 100%-nya, meski dengan wajah yang nampak belum sembuh sekali.

Go my girl, go! Show the world you can do and be the best! Mama & Papa akan selalu mendukungmu.

Biang Kerok

Oh inikah si biang kerok penambah berat badan itu?

Dari hasil olahan di badannya keluarlah sambal penggugah selera, penitik air liur dan penggiat decap nikmat kepedasan yang terus meminta tambah porsi makan. Meski lauk si teman nasi hanyalah tahu goreng atau ikan dan sayur rebus, tapi tak tertahankan untuk tidak tambah dan tambah.

Tertuduh. Penampakan dari 2 sisi.

penambah selera

Terdakwa utama penyebab habisnya makanan-makanan ini.

Hahahaha…

Saat ADA Sakit

dsci1377.JPGHari ini ADA sudah sekolah lagi. Tadi pagi dia tidak sulit dibangunkan. Meski masih ada pilek dan ingusnya, tapi ia cukup kuat untuk sekolah.

Berbeda dengan sepulang sekolah hari Jum’at minggu lalu, ia mengaku tidak enak badan. Bangun tidur sore itu di pipi kanan ADA nampak seperti bidur kemerahan dan sedikit gatal. Hari Sabtu mulai terasa suhu tubuhnya meningkat. ADA tidak jadi berangkat ke acara pawai Maulid Nabi yang diadakan sekolahnya (“Pa, lihat tuh Pa! Mereka berangkat.” kata ADA sedikit kecewa di depan jendela melihat teman-teman satu sekolahnya bergerak keluar sekolah pawai keliling Gelang Patah). Saat sore hari ketika aku baru saja pulang kerja dan melihat kondisinya begitu, kami putuskan membawanya bertemu dokter.

Kata ibu dokter yang murah senyum dan ramah itu, ADA tidak apa-apa, perlu istirahat saja. Memang batuk, pilek dan lemas, tapi tidak ada tanda-tanda sesak nafas atau kondisi lain yang tidak bagus. Diberi obat antibiotik, obat demam (“Besar sekali, Pa!“), obat flu dan satu obat sirup (lupa untuk apa).

Dan meski sedikit sakit, setelah berjumpa dokter, ADA masih saja ingin bermain di funfair.

Hari Minggunya istirahat di rumah memulihkan kesehatannya, makan teratur dan minum obat yang diberikan. Perlahan demamnya menghilang, sehingga malam ia dapat tidur nyenyak. Tapi paginya tubuhnya terasa panas lagi sehingga setelah ditimbang-timbang, ADA kami minta untuk istirahat satu hari lagi di rumah. “Sehat dulu ya, Nak, baru pergi sekolah lagi. Nanti Mama buatkan surat minta izin tidak sekolah untuk bu guru.”

Begitulah, satu hari lagi di rumah dan ADA alhamdulillah dapat pulih kembali. Belum kembali sesehat biasanya, tapi sakitnya sudah berangsur menjauh.

Funfair Di Gelang Patah

Tidak dalam kondisi sehat sebenarnya, tapi ADA meminta melihat dan bermain di funfair. Sudah sejak minggu lalu ia meminta tapi belum ada kesempatan untuk mengajaknya ke sana. Jadi ketika pulang dari dokter memeriksakan batuk pileknya, kami penuhi ajakan ADA ke funfair itu.

Funfair adalah semacam pasar malam di Indonesia. Ada aneka permainan seperti komidi putar, kuda-kudaan, lempar bola, tebak warna, dart game berhadiah dan beberapa permainan untung-untungan setengah judi seperti menggulirkan bola karet di papan bernomor dan sebangsanya. Tentu saja bukan permainan seperti itu yang kami nikmati dan ADA juga sama sekali tidak tertarik hendak mencobanya. Perhatiannya lebih tertuju pada komidi putar, kereta cepat kuda-kudaan dan pesawat mini putar.

Untuk menikmati permainan-permainan tersebut pihak penyelenggara menyediakan token. Satu token dijual RM2.00. Untuk satu permainan anak-anak harus memiliki satu token sementara orang dewasa dua token.

ada-papa.JPG

Melihat permainan dan kondisi alat serta memandang faktor keselamatannya, aku hanya mengizinkan ADA bermain di 3 arena permainan saja. Namun begitu ADA nampak menikmati sekali. Awalnya takut-takut juga saat naik pesawat mini putar sampai-sampai ia tidak mau melepas tangannya dari pegangan pesawat. Tapi kemudian ia berani melambai-lambaikan tangannya menyapa kami di bawah. Demikian juga saat menaiki kereta cepat, she’s really enjoy it!

Cukup menyenangkan dan menghibur bagi ADA dalam kondisi kesehatannya yang tidak begitu baik. Paling tidak menjadi pelipur penghilang penasarannya yang telah meminta untuk bermain di situ sejak minggu lalu.

Tidak ada photo karena tidak membawa kamera. Tapi sebagai gantinya photo ini saja ya… 🙂

Kamar ADA

Sudah diperlihatkan sebelumnya meja belajar ADA yang baru. Nah sekarang mari kita telusuri isi kamar ADA yuuuk…

Ini kamarnya itu:

dsci1316.JPG dsci1319.JPG
Di meja belajarnya ada beberapa boneka yang dipajang. Hiasan penyemangat belajar, kata ADA.

dsci1301.JPG dsci1312.JPG dsci1313.JPG
Isi laci meja belajar dan meja kecil di pojokan. Buku pelajaran, buku latihan, buku tulis, jadwal belajar, majalah dan komik, lotion, bedak dan minyak kayu putih.

dsci1306.JPG dsci1310.JPG

Gadis kecilku, memang sudah waktunya engkau memiliki kamar sendiri. Dijaga dan dirawat ya, Nak…