Mimpi Lamborghini

white-lamborghini

Lamborghini namanya. Tadi malam ia lewat di dalam mimpi, sedang berpacu dengan sebuah Ferrari merah. Menderum-derum, melenggok berputar beraksi, mencicit-cicit bunyi bannya, menyilaukan mata yang memandang.  Ah… entah untuk apa ia datang di kelelapan tidurku? Jelas ia hanya menggoda, karena ia tahu ia adalah mimpi bagi begitu banyak insan modern, termasuk aku.

lamborghini-showroom-singapore

Cukup melihat dari kejauhan saja. Dari tepi jalan sebuah showroom di negeri singa. Lamborghini sungguh tak terperi dan tak terjangkau. Mungkin sebaiknya ia memang cukup hadir di mimpi-mimpiku saja, karena jelas ia tak akan pernah hadir secara nyata dalam hidupku.

Dari Akhir Pekan Lalu

Belum sempat menulis banyak lagi. Hanya mau setor photo-photo dari kegiatan akhir pekan lalu.

Sabtu, bowling di Johor Jaya, Johor Bahru – Malaysia. Aku, Mama Ani & ADA dengan Sashi, Emily & Winni:

bowling-1 bowling-2

Minggu di East Coast, Bugis Street dan Orchard Road – Singapore. Aku, Mama Ani & ADA dengan Sashi, Emily dan Winni. Ditambah chinaka Sandra, auntie Rajesh dengan anak menantunya Vicky & Suganthi.

east-coast-11 east-coast-22 bugis-street-12 bugis-street-21

Di Orchard ngga’ sempat ambil gambar, sudah keburu gelap dan gerimis. Lebih banyak photo dari dan terkait sekitar akhir pekan lalu dapat ditemukan di album ini.

Akhir Minggu Tahun Baru Cina

Tidak ada rencana apa-apa sebenarnya bagi aku & keluarga di liburan tahun baru Cina yang jatuh pada tanggal 26 & 27 kemaren. Lumayan panjang liburan ini, 4 hari penuh, sayang juga sebenarnya jika tidak dimanfaatkan. Hendak ke Batam, sudah pasti sangat crowded di pelabuhan, baik di Harbour Front maupun di Batam Centre. Hendak jalan ke luar kota, teringat pengalaman tahun lalu, jelas bakalan berdesakan dan berebutan bus lagi. Faktor penghematan uang juga masuk dalam pertimbangan kami (maklum, akhir bulan dan penundaan pembayaran gaji oleh perusahaan sebagai akibat hantaman krisis global) sehingga akhirnya diputuskan tidak kemana-mana.

Namun ajakan Emilly, teman akrab Mama Ani, membawa kami melangkah keluar rumah juga. Ajakan pertama datang hari Minggu, menghabiskan waktu dengan berputar-putar di Jusco Bukit Indah. Sekedar melihat-lihat, duduk-duduk santai di playground, mengemil makanan kecil dan menyaksikan anak-anak bermain sampai sore. Senang juga menyaksikan ADA dan Winni kompak berdua.

jusco-bukit-indah Ajakan kedua datang tengah malamnya. Tepat di tengah-tengah pesta kembang api dan dentuman mercon (baik dari dalam kawasan apartemen maupun dari sekitarnya) menyambut datangnya tahun baru Cina, handphone Mama Ani berbunyi. Emilly mengajak jalan ke Singapore pagi-pagi esoknya. Mama Ani diminta menyiapkan makanan untuk dijadikan bekal. Pertimbangannya selain lebih ekonomis, juga ada kemungkinan susah mencari makanan di Singapore karena tidak banyak restoran yang buka. Soal bensin mobil tak usah dipikirkan kata Emilly, “the tanks is full now!“.

Jadilah kami berangkat Senin pagi memenuhi Honda Jazz hitamnya. Aku bersama Mama Ani dan ADA, sementara Emilly bersama suaminya Sashi dan sang anak Winni. Setelah sempat sarapan sebentar di Gelang Patah, dimulailah satu hari yang padat itu.

zoo1Singapore Zoo menjadi tujuan pertama. Nuansa tahun baru Cina sangat terasa. Di pintu masuk terdapat replika shio Kerbau (sebagai hewan perlambang untuk tahun 2560 pada penanggalan Cina) yang dibuat dari rangkaian bunga-bunga. Juga ada tarian Lion Dance (Barongsai) yang sangat memukau menyambut para pengunjung. ADA sempat mengatakan “Yang paling ADA suka di Zoo tadi Pa, tarian singa itu lho. Bagus banget!

zooSetelah puas berkeliling di Zoo, perjalanan dilanjutkan ke Botanic Gardens. Dulu saat membawa Mama Miar & keluarga Padang ke sini tahun 2006, kami hanya menyusuri sisi barat dari kebun yang luas ini. Ternyata di sisi utara dan tengahnya luar biasa indah. Padang rumput hijau luas, pepohonan dan tetumbuhan indah sepanjang mata memandang, aliran air sungai, amphiteathre, kebun anggrek, dan banyak lagi lainnya sungguh menyenangkan sebagai tempat bersantai dan bermain-main. Saat menikmati bekal makan siang, aku dan Mama Ani sempat janjian nanti kami akan datang kembali ke sini.

Pantai di East Coast adalah tujuan terakhir kami. Tak tertahankan bagi ADA untuk tidak ikut mandi berbasah-basahan. Ditemani Sashi yang memang membawa baju ganti, ADA nampak menikmati sekali berenang di laut. Teriakannya riang gembira menyambut ombak yang datang, sambil sesekali menghampiri aku dan Winni yang bermain pasir di pinggir pantai. Mama Ani yang melihatnya dari kejauhan (ia duduk di bawah pohon bersama Emilly) hanya bisa geleng-geleng kepala mencemaskan.

Setelah senja jatuh dan matahari tenggelam barulah kami berkemas-kemas. Semua membersihkan diri dan barang-barang dimasukkan kembali ke bagasi. Tak lama setelah mobil bergerak, ADA dan Winni segera jatuh tertidur. Lewat jam 9 malam kami tiba kembali di Gelang Patah. Sashi mengajak singgah untuk makan malam, namun batal karena kedua anak tak dapat dibangunkan. Mungkin mereka kelelahan sekali setelah seharian penuh beraktivitas. Sama seperti juga kami.

Dari tadinya tidak berencana apa-apa, akhir minggu kami malah penuh terisi dengan perjalanan yang menyenangkan bersama sahabat keluarga.

Sunset

Sebuah matahari yang hendak ke peraduan. Di penghujung hari di penghujung bulan. Meninggalkan segala gerak yang terpapar di hadapan sinarnya. Meski itu salah satu dermaga paling sibuk di dunia. sunset

Dan aku tengah menghala kembali ke sebuah pulau yang lebih damai, di negeriku tercinta Indonesia. Sedamai cahayanya yang terpantul lembut di samudera.

Long Weekend, The Crowd & The Lateness

Libur akhir pekan lalu benar-benar dimanfaatkan warga S’pore & M’sia untuk berlibur ke Batam dan pulau-pulau sekitarnya. Banyak dari mereka yang berangkat dalam kelompok-kelompok kecil 3~5 orang sampai yang kelompok besar diatas 15 orang. Dan karena akses utama transportasi ferry adalah di Harbour Front, maka terciptalah kepadatan yang tidak biasa di sana.

crowded.jpg

Aku hendak ke Batam untuk menjadi ATS pada training ESQ Profesional angkatan 26 pagi itu. Target dalam rencana perjalananku adalah pada pukul 9.00 pagi WIB sudah dapat bergabung dengan para sahabat ESQ Batam. Itulah kenapa pada pukul 8.00 ST aku sudah sampai di Harbour Front. Tak diduga, beginilah kondisinya. Crowded sekali! Untuk berjalan saja susah.

Tapi dengan susah payah aku berhasil sampai ke kaunter tiket Penguin. Harapan untuk bisa sampai pagi di Batam menguap sirna saat kulihat jadwal ferry selanjutnya adalah pukul 13.20 ST! Artinya semua ferry dari pukul 8.00 sampai pukul 13.20 itu (ada 5 pemberangkatan) semua telah terisi penuh. Mau tidak mau, setelah mengantri panjang, aku ambil juga keberangkatan siang itu. Sebenarnya sudah mencoba meminta pada petugas tiket Penguin untuk bisa ‘diselipkan’ pada pemberangkatan lebih awal (“Please search for me 1 seat at any departures before 13.20, would you? Only 1 seat, I’m alone!“) , tetapi memang tidak ada lagi tempat kosong. Semua sudah fully booked. Dan itu tidak pada Penguin saja, tapi juga pada beberapa operator ferry yang lain seperti Batam Fast, Dino Shipping, Wave Master dan Widi.

Akhirnya begitulah, aku terpaksa harus menunggu 5 jam di Harbour Front untuk bisa berangkat ke Batam. Dan 5 jam itu aku habiskan dengan membaca novel, jalan ke Vivo City, beli buah di sebuah mart di lantai dasar Vivo, serta makan siang.

Pengalaman berharga untuk diantisipasi di waktu mendatang.

Korban ‘Balas Dendam’

Seolah wisata kuliner, inilah daftar panjang makanan-makanan yang kami sekeluarga santap mulai dari datang Minggu sore sampai Rabu siang saat kembali lagi ke JB. Sebuah daftar korban ‘balas dendam’, hehehehe !

  1. Laksa di Harbour Front, Singapore
  2. Nasi Sotong di Nasi Padang Harbour Front, Singapore
  3. Nasi Padang di restoran Nusantara Baru Mega Mall Batam Centre
  4. Mie Ayam di restoran Solaria Mega Mall Batam Centre
  5. Sate, gule dan tongseng kambing dari warung perumahan Bidadari, Tj. Piayu
  6. Nasi Gudeg Jogja dari outlet Mbak Tun, BCS Mall
  7. Pempek campur, tekwan, pecel lelel dan otak-otak tenggiri di restoran pempek BCS Mall
  8. Bakso di restoran Tak Terduga, Panbil Mall
  9. Lontong sayur dan soto di warung kecil Pintu 2 Setengah, Bida Ayu
  10. Nasi Padang dari restoran Nusantara Baru Panbil Mall
  11. Nasi Gudeg Jogja Lengkap dari outlet Mbak Tun, Panbil Mall
  12. Rujak buah dari outlet bawah eskalator Panbil Mall
  13. Bakso dan Mie Ayam Pintu 3, Bida Ayu
  14. Ayam Penyet dan Soto Ayam di restoran Batandur, Panbil Mall
  15. Laksa, Fish Ball Soup dan Nasi Sotong di Harbour Front, Singapore

Mama Ani dan ADA sudah hampir 3 bulan tidak pulang ke Batam. Cukup wajar jika mereka kangen dengan masakan dan makanan Indonesia yang tidak mereka jumpai di JB sini. Jadi begitu ada kesempatan pulang ke Batam, inilah waktunya ‘melampiaskan’ keinginan menikmati lidah bergoyang, desah kepedasan atau “hmm… enaaaaakk!”. Hal yang jarang mereka rasakan di JB.

Today’s Plan

I’m going to leave factory early morning 6am heading to Batam today. As usual, the route is JB via 2nd Link – S’pore via Harbour Front – Batam at Batam Centre. Target 8.15am (WIB) I shall reach Batam.

Few things to do at BTN Pelita, BNI Kampung Utama & BCA Nagoya, Jamsostek office in Jodoh, Hypermart Nagoya Hill and money changer Batam Centre. Target to complete them all by 3pm (WIB).

Rush back to JB, same route, target to reach Gelang Patah at 7pm (JB time).

Wish everything OK for me!