Halangan Cuti

Akhir minggu ini aku akan mengambil cuti kerja periodik 2 minggu. Penanganan tugas-tugas yang biasa kulakukan sudah dirancang dan diserahterimakan sejak minggu lalu. Ada orang baru yang aku latih untuk bisa membantu di saat aku tidak bekerja. Rasanya sudah tidak akan ada masalah lagi. Sampai pagi ini.

Lha kok ya salah satu orang yang kuserahi tanggung jawab paling besar tiba-tiba mengajukan pengunduran diri mendadak. Katanya harus keluar hari ini juga.

Ealaaah… jadi repot lagi nih! Aku harus mengajar orang lain lagi untuk bisa menangani beberapa pekerjaanku. Kalau tidak, cuti periodikku bisa terancam mundur! Padahal tiket sudah dibeli jauh-jauh hari agar bisa dapat yang ekonomis. Kalau saat-saat musim libur sekolah begini membeli tiket pesawat, wuah… harganya melangit pasti!

Huff… mulai dari bawah lagi dan waktunya semakin sempit!

Advertisements

Kalau Lagi Sibuk

Pemandangan di meja kerjaku suatu waktu. Beberapa gadgets yang sedang dalam posisi siaga penuh. Ada PC (di samping meja, tak terlihat) dengan flat monitornya, sebuah laptop Toshiba yang sedang melayani sebuah modem 3G dan eksternal harddisk (lupa berapa GB kapasitasnya, nanti di-update), 2 flashdisk yang siaga jika sewaktu-waktu diperlukan (dan masih ada 2 lagi di dalam tas, tidak terlihat), kalkulator, dan 3 buah handphone berbeda tipe.

Biasanya begitu posisinya, kalau lagi sibuk di kantor. Kalau lagi mobile seperti ke mining site, cukup bawa laptop dan tetek bengeknya itu. HP tentu juga dibawa, kadang bisa tiga-tiganya! Kalau PC jelas ditinggal, karena ngga’ mungkin digotong-gotong ‘kan? Hahaha…

Nice Trip Great Result

The trip to Kediri last week ends with very nice result. After wait for quite impatience time for me, it is confirmed that I’ll land myself in the great island of Borneo on early May. Borneo? Yup, precisely in East Borneo there is an opportunity waiting for me. Early May? Hey, it can be fall on my birthday! A coincidence that can bring me to a new life, a restart, a reborn…

The job is going to be a real challenge for me since it very different industry comparing to my previous 12 years in electronic manufacturing industry. However, I’ll face it confidently with my experience and skills.

Utusan Rindu

Meninggalkan ‘zona aman’  tentu bukan hal yang mudah. Tapi itu harus kulakukan seiring keputusan untuk mengundurkan diri dari perusahaan yang telah diambil sebelumnya. Ada kegamangan dalam taraf tertentu, tapi harapan akan kebaikan di masa depan juga hadir menyambut. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan sebenarnya dengan keluar dari zona tersebut. Yang jelas aku meninggalkan Jurong HiTech is for good. Bertahan terus di sana dengan situasi krisis dunia yang menghantam telak sector industry elektronika dan beban hutang perusahaan yang begitu berat kepada banyak bank dimana memberi dampak langsung yang buruk bagi kesejahteraan karyawan, jelas bukan pilihan yang bijak untukku manakala ada prospek lain yang lebih baik terbentang di depan mata.

Mungkin ada sahabat yang mempertanyakan keputusanku, apakah tidak sayang meninggalkan pabrik yang penataan dan pengaturannya ikut aku bidani sejak awal itu (lihat tulisan-tulisan pertengahan 2007) atau apakah tidak terlalu premature meninggalkan perusahaan yang secara operasional masih berjalan? Sememangnya wajar pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Namun sebagai orang yang pernah berada 7 tahun di dalam sana dan berada di posisi yang cukup tinggi untuk dapat melihat dan memahami apa yang telah sedang dan akan terjadi, aku meyakini keputusanku bukanlah hal yang salah atau gegabah.

Yang lebih banyak muncul di kepalaku adalah justru pertanyaan-pertanyaan kenapa perusahaan bisa jatuh ke titik rendah seperti ini. Pertanyaan-pertanyaan yang merupakan campuran dari keraguan, penyesalan, rasa sayang sekaligus keprihatinan. Mungkin itu yang membuat kenapa aku merasa biasa-biasa saja meninggalkan Jurong HiTech, tidak seperti kala meninggalkan TEC atau PCI di tahun-tahun sebelumnya yang terasa berat dan sedih.

present-2Dalam datarnya suasana hati itulah, sebuah kado kecil dari para bawahanku di Produksi hadir untuk membuat nuansa yang sedikit berbeda. Aku tak mengharapkan apa-apa, namun perhatian dan solidaritas mereka sangatlah lebih dari pantas untuk dihargai. Maka dari itu, aku ingin sekali berterima kasih kepada PH Gan, SW Liong, Poh Choo, Joanne, Nurhana, Ayu (Debug), Salina, Zulaini, Ninie, Lisma dan auntie Yong yang telah bersama-sama dengan ikhlas urunan demi menghadirkan kado tersebut.

present-4Semoga utusan rindu yang disampaikan oleh teman-teman di atas bisa menjadi pendorong semangat dan membangkitkan keinginan untuk berjuang lebih keras lagi ke depan, baik untukku dan juga untuk mereka sendiri yang masih bertahan di sana. Seperti yang ditulis di dalam kartu yang terdapat pada kado tersebut, ya… kenangan di Malaysia akan menjadi kenangan yang indah untuk dikenang selamanya. Bersama mereka aku pernah bekerja bahu membahu di Jurong HiTech Industries (M) Sdn Bhd.

I Will Survive!

Seiring dengan irama aktivitas di pabrik yang makin melambat, jumlah hari kerja menyusut menjadi 4 hari saja dalam satu minggu. Telah hampir sebulan aku selalu memiliki 3 hari penuh di penghujung minggu sebagai hari libur yang bisa dinikmati bersama keluarga dan sahabat. Meski jatah cuti dipotong sebagai gantinya, untuk sekarang bagiku tak masalah karena aku masih memiliki sisa hari cuti yang banyak.

Masalahnya baru akan muncul nanti kalau jatah cuti sudah habis. Bakalan kena potong deh itu gaji! 😦

Oya, karena di atas menyebut soal gaji, akhirnya gaji bulan Januari yang seharusnya sudah dibayarkan akhir bulan lalu, baru kemarin masuk ke rekening. Alhamdulillah akhirnya dibayarkan juga. Untuk gaji berikutnya yang seharusnya tiba 2 minggu lagi, masih berstatus ‘entah’ saat ini. Entah bisa tepat waktu atau entah ditunda lagi…

Bagaimanapun, keputusanku sudah bulat! Krisis ekonomi global yang menghantam dunia elektronik tak akan pulih dalam waktu singkat. Sementara hidup tidaklah berhenti, bukan? So, I’m on my own way!

Sekilat Info

Buru-buru nih, mumpung sempat singgah di sini sebentar. Sudah lama tidak menulis dan update kabar.

Banyaaaaak sekali yang ingin ditulis, tapi tidak ada waktu untuk duduk manis di depan PC seperti beberapa waktu ke belakang. Ada perubahan penugasan di pabrik, dimana aku tidak lagi dikonsentrasikan menangani tugas-tugas khusus (yang waktunya tidak 100 persen operasional). Aku kembali menangani keseluruhan operasional Produksi pabrik sementara mitraku CS Lee gantian mendapat penugasan khusus. Karena itu sekarang kesibukanku meningkat, berlebih malah, sehingga alokasi waktu untuk menulis saat ini ditiadakan. Lebih banyak di lantai produksi dan di ruang meeting daripada di depan PC.

Diusahakan sesempatnya untuk tetap ada update, but I can’t promise it can be consistent.

Office Boring Day

It just a kind of boring day in the factory. Not much challenges, not much activities, things run well as per planned last week… Well, it’s like killing the time only to attend the day for work.

After two and half lovely and peaceful days of weekend at home and now back to work, I’m feeling BORING !

*And what a coincidence when I just typed the word of “BORING” above, a Chinesse Malay friend walks into my cubicle and said in Hokkian “xian” (read: sien) to express her feeling also!*