Sunset

Sebuah matahari yang hendak ke peraduan. Di penghujung hari di penghujung bulan. Meninggalkan segala gerak yang terpapar di hadapan sinarnya. Meski itu salah satu dermaga paling sibuk di dunia. sunset

Dan aku tengah menghala kembali ke sebuah pulau yang lebih damai, di negeriku tercinta Indonesia. Sedamai cahayanya yang terpantul lembut di samudera.

Advertisements

Sedikit Tentang Bayu

Bak roda pedati, begitu orang tua dulu-dulu mengibaratkan kehidupan. Rodanya terus berputar, kadang berada di atas kadang berada di bawah. Ada masa susah, ada masa senang, ada saat pendakian, ada saat di puncak, juga ada saat menurun bahkan ketika berada di titik terendah kehidupan. Dan seperti sejarah, ia akan juga berulang dialami oleh manusia.

Aku mengalaminya seperti Anda juga mengalaminya (mungkin belum mungkin sudah). Begitu juga Bayu, adik iparku. Sejak ikut kami ke Batam tahun 2000, perputaran roda itu nampak padanya. Mulai dari jenjang paling bawah pada hierarki sebuah perusahaan, sebagai operator (bagian packing) ia mulai merangkaki roda pedatinya. Pelan-pelan naik menjadi rework operator, leader, lalu teknisi, kemudian teknisi senior sampai engineering assistant. Berpindah perusahaan. Beragam mesin dan alat testing PCBA. Bergaul dengan solder, osciloscop, pin, komponen elektronik, multimeter, ratusan software, dan sebagainya. Dari Batam, Singapore dan Johor.

Saat itu masih bujang, belum berkeluarga. Bekerja lembur tak masalah baginya, bahkan sepanjang bulan tiada henti. Keinginan untuk belajar dan menguasai bidangnya sangat kuat. Ia muda, ia kuat, ia bebas. Penghasilan bulanan lebih dari cukup untuknya. Hasil kerja kerasnya ia nikmati. Berbagai kebutuhan eksistensi anak muda ia punya. Rodanya terus bergerak.

Kemudian mulai memasuki pintu pernikahan. Tanggung jawab mengganda. Hal yang tadinya tak difikirkan, sekarang mulai menjadi faktor yang harus diperhitungkan benar-benar. Salah akan membawa akibat. Dan hukum sebuah roda pun bekerja, setelah puncak maka ia mulai menurun.

uyab

Langkah yang terburu-buru diambil. Berhenti bekerja, kehilangan pendapatan, kembali ke orangtua (di Jawa dan Sumatera) dan kehabisan tabungan. Padahal ada keluarga yang menjadi tanggungan. Ada tugas sebagai kepala keluarga. Dan kehidupan yang terus bergerak tiada henti untuk diikuti. Dijalani sampai jenuh, butek dan tertekan. Sampai tiba kesadaran untuk memulai kembali.

Ke Batam lagi. Menggali informasi dari awal, membuka koneksi sana sini, menelusuri jejak yang dulu lagi.

Di antara waktu senggang di Batam, ia mendempul dinding rumah kami yang retak, mengecat dan menambal atap yang bocor. “Ini pekerjaanku saat ini, jadi tukang,” katanya saat kami bertemu di Batam bulan lalu, “Di Jawa aku jadi peternak ikut Bapak pelihara kambing dan sapi. Kadang seperti tukang ojek mengantar Ibu atau Puteri ke sana-sini. Atau jadi peladang di Lintau kemarin.” Itulah caranya mendorong roda pedati hidupnya agar bergerak.

Dan kemarin roda itu mulai bergerak kembali, Bayu mengirimkan sebuah pesan pendek, “Aku diterima bekerja di PCI sebagai Asisten Test Engineer, mulai bekerja besok (hari ini).”

Selamat, Bayu! Dorong terus rodamu, dengan kuat dan bersemangat. Ia akan berputar naik dan turun tiada henti. Jangan mudah menyerah dan patah. Belajarlah dari masa lalu. Hidup harus diperjuangkan. Sampai nanti kembali pulang kehadapanNya untuk mempertanggungjawabkan semuanya.

Anugerah Cemerlang SKTNP1 2008

ADA lebih lambat mempersiapkan diri berangkat sekolah pagi tadi. Noe yang biasa mengantarnya pukul 7 pagi sudah naik menjemput ke rumah saat ADA masih sarapan. Semuanya menjadi buru-buru akhirnya. Sarapan, pasang sepatu, uang jajan, nasi dan minuman bekal, pasang kerudung sampai salaman dilakukan serba cepat agar Noe tidak terlalu lama menunggu karena setelah ADA dia masih harus mengantar beberapa anak ke sekolah lain.

Setelah mereka berangkat baru disadari buku rekod, adab dan PLBS tak terbawa. Padahal hari ini adalah hari terakhir mengumpulkannya kepada guru kelas sebelum sekolah libur panjang sampai akhir Desember nanti. Akhirnya Mama Ani dengan bergegas mengantarkan buku-buku itu ke sekolah. Ternyata di sekolah ada acara penganugerahan hadiah bagi para juara kelas. ADA tidak memberitahu kami karena ia sendiri tidak mengetahui akan ada acara ini. Aku di-SMS Mama Ani untuk datang karena acara akan segera dimulai. Mengingat pentingnya kehadiran kami bagi ADA, aku segera menyusul ke sekolah.

Para murid dan guru telah berkumpul di bilik dewan sekolah sementara para juara kelas dibariskan berjejer di luar, siap menunggu untuk dipanggil ke dalam bilik dewan. Aku melihat beberapa orangtua murid lain juga telah hadir di sana. Tak lama kemudian, setelah sambutan dari pimpinan sekolah, para juara kelas dipanggil masuk satu persatu untuk menerima tropi.

the-2nd-championADA terlihat sumringah dan bangga menerima tropinya, apalagi dengan kehadiran kami dan disaksikan oleh seluruh warga sekolah. Inilah moment yang ditunggu-tunggunya. Moment pembuktian dihadapan seluruh murid sekolah bahwa anak Indonesia bukan anak yang bodoh, suka bikin kacau dan tak berprestasi serta stigma-stigma negatif lainnya yang sering ditujukan langsung atau tak langsung padanya. Dengan maju menerima tropi sebagai juara II di kelasnya, ADA telah menjungkirbalikkan anggapan-anggapan tidak benar tersebut. ADA telah berhasil menunjukkan bahwa ia sebagai anak Indonesia mampu berprestasi dan merupakan pelajar cemerlang di sekolah Malaysia!

We proud of you, ADA! Keep it up and maintain your high achievements always at the top performance!

Berikut beberapa gambar yang sempat diambil dengan kamera HP saat acara tadi berlangsung:

to-the-stage the-champion-list persembahan the-throphy1 img0038a

Great Achievement, ADA!

Kemarin ADA sudah menerima record book akhir tahun ajaran 2008. Ini sama dengan buku rapor bagi pelajar di Indonesia. Hasilnya? ADA berada di peringkat 2 kelas dengan nilai rata-rata pencapaian akademis 95% (detail nilai lihat di photo). Untuk adab report, hasilnya juga menggembirakan, semua pelajaran mendapat penilaian A atau B, kecuali pada satu pelajaran ADA memperoleh nilai C yaitu PJK (Pendidikan Jasmani dan Kesehatan).

plbs rekod adab

Great achievement, ADA! Jerih payah belajar, usaha dan pengorbananmu telah berbuah manis. But, it’s not a full stop here. More challenges are waiting in front of you and soon. After holidays you shall prepare yourself for it and get ready, baby!

Di record book ada satu kolom mengenai kelas yang akan dimasuki murid pada tahun berikutnya. Apakah akan masuk kelas A, B atau C. Seperti diketahui kelas A adalah kelas unggulan. Banyak yang ingin masuk ke sana, tapi tentu saja karena keterbatasan jumlah kursi, maka hanya yang berprestasi saja yang dapat duduk di dalamnya. Yang kemarin sempat menjadi pertanyaan, kenapa di record book ADA kolom tersebut kosong? Namun setelah konfirmasi dengan sang guru kelas siang ini, diperoleh kabar ADA akan berada dan belajar di kelas 2A tahun depan!

Ahaaa…! ADA sudah kelas 2 sekarang! Time is flying really fast… My little girl is not a little girl anymore.