Locker 165

Barangkali memang sudah jodohnya ‘kali ya, aku mendapatkan loker bernomor 165 ini.

Nyaris 10 bulan tak ada keinginan untuk memiliki loker sendiri di pabrik, tahu-tahu dirasa perlu untuk punya. Sebelumnya smock (pakaian) dan sepatu kerja disimpan di hanger dan rack bersama-sama dengan milik karyawan-karyawan lain. Belakangan ternyata sering ditemui pulpen (yang diselipkan di saku samping) tidak berada di tempatnya lagi. Kadang juga smock tidak ada (ada yang memakai, padahal ada namaku tertulis di situ) atau bahkan hilang tidak kembali. Demikian juga sepatu.

Kalau barang-barang itu disimpan di meja kerja, kesulitannya adalah bagaimana aku menuju pintu keluar tanpa menggunakan pakaian kerja. Jelas tidak boleh. Dari situlah kemudian kebutuhan memiliki loker tersebut ada.

Nah saat meminta loker ke HR, biasanya jawabannya adalah tidak ada loker, belum ada yang mengembalikan kunci, dan jawaban sejenisnya. Tapi memang sudah diatur sepertinya, di saat aku memerlukan, ternyata ada loker yang kosong. Nomornya 165 pula, angka yang sangat ESQ sekali!

Dengan gantungan kunci 165 di loker bernomor 165, inilah loker tempat aku menyimpan sepatu dan smock di pabrik.

Advertisements

After 2 Months of (Forced) Hibernation

Horeee… !!!

Yah, mungkin itu satu bentuk kegembiraan yang aku tunjukkan dengan kembalinya aku menulis di blog ini! 2 bulan lebih tak bisa mampir, berekspresi, curhat, bahkan mengintip saja tidak bisa akibat koneksi internet kantor yang memblokir situs-situs komunitas, blog, entertain, dsb. 2 bulan yang rasanya cukup ‘nyesak’ di dada karena banyak hal berlalu begitu saja tak tercatat. Meski sempat sedikit terhibur saat account Multiply-ku ternyata masih bisa ditembus, tapi tetap saja tidak seasyik saat WordPress, Blogspot, Youtube, dll bisa diakses dengan bebas.

Jadilah aku tapa brata secara terpaksa! Aku hilang dari blogku sendiri. Tidak ada update berita, tidak ada cerita, tidak ada komentar (baik mengomentari atau dikomentari), tidak ada blog walking, tidak tahu perkembangan dunia blog, dan hal-hal menyenangkan yang biasanya dialami para bloggers dengan aktivitas blogging-nya. Nasib… nasib…

Hari ini setelah ada mutasi email account perusahaan ke server yang baru, aku coba membuka account blog ini, dan berhasil!!! Yay…. hore….! Entah mereka lupa ‘menutup pintu’ atau memang server baru ini lebih oke punya sehingga akses penuh internet kembali diberikan.

Mudah-mudahan ke depan ada banyak cerita yang bisa ditulis. Kangen nih ngeblog lagi!

Dengan Jam Kerja Baru

Dua minggu terakhir aku atur waktu bekerjaku di kilang dari jam 12 malam sampai ke jam 12 siang, seperti rencana ini. Ini terasa leluasa bagiku dimana aku tidak terlalu penat bekerja, bisa mengikuti operasional meeting pagi dan bahkan jika tidak ada masalah berarti di Produksi, aku bisa pulang lebih awal!

Sepulang kerja aku sampai di apartemen bersamaan dengan waktu makan siang. Tak lama kemudian disusul dengan masuknya waktu shalat Dzuhur. Saat jam kerja masih 9 to 9, kedua kegiatan ini aku lakukan dalam kondisi tubuh dan konsentrasi yang setengah ‘melayang’ karena capek dan mengantuk. Sekarang tidak lagi, tubuh dan konsentrasi masih cukup kuat dan sepenuhnya sadar.

Selanjutnya tidur juga cukup. Sesi pertama dari jam 2 sampai jam 6 petang. Kemudian bangun untuk shalat Ashar sampai nanti waktu Magrib dan Isya, dimana aku isi denganbercengkrama dengan anak dan istri serta juga makan malam. Jika terasa masih kurang istirahatnya, ada sesi tidur ke-dua jam 9 sampai 11 malam. Baru kemudian nantinya berangkat kerja jam 12.

Dengan jam kerja yang baru, aku mulai cukup nyaman dalam mengatur waktu. Porsi waktu untuk bekerja, beristirahat dan bersama keluarga terpenuhi cukup baik. Tidak ada yang terkorbankan seperti kondisi sebelumnya.

Lapor, Hadir Lagi!

Kemana seminggu? Ngga’ ada tulisan-tulisan baru nih. Ngilang kenapa? Kangeeeen… (halah emangnya ada yang nyariin? 🙂 )

Badan remuk redam dihajar jam kerja yang panjang. Masuk kerja jam 9 malam pulangnya jam 11 pagi, kadang sampai jam 12. Begitu tiap hari. Ngga’ bisa pulang lebih awal karena harus presentasi aktifitas produksi dalam meeting operasional pagi dengan Management. Pernah kutinggal ngga’ ikut meeting sekali (dan presentasi digantiin oleh partnerku di shift pagi CS Lee), Uncle Chua ngamuk-ngamuk ke David. Ya udah, daripada tambah terkenal (halah, ini lagi!) karena namanya sering disebut-sebut oleh pucuk pimpinan, aku mengalah untuk memperpanjang jam kerja. Meski kadang di tengah meeting mata dan badan udah ngga’ sinkron lagi, yang satu berebut merem dan yang satunya maksa minta direbahkan. But I have no other option as of now, jadi ya jalani aja dulu. Bahkan juga ditimpali dengan keluhan Mama Ani yang merasa ngga’ nyaman dengan waktu kerjaku.

Terus juga memang ada masalah dengan koneksi internet. Koneksi ke server perusahaan dihalangi 3 hari untuk memulihkan beberapa sharing folder yang dihapus oleh orang tak bertanggungjawab. Salah satunya adalah folder Produksi yang berisikan report harian, mingguan dan bulanan semua aspek produksi bertahun-tahun! Wuih…, clerk-ku sampai stress memberikan laporan padaku ketika folder yang sudah diakrabinya bertahun-tahun itu tiba-tiba lenyap entah siapa yang membuat ulah. Saat kuperiksa dan konfirmasi memang hilang, aku langsung meminta bantuan IS untuk memburu kembali dimana folder beserta isi file-file berada. Karena itulah, koneksi internet diblokir sehingga aku tidak bisa membuat tulisan baru di blog. Tapi sekali waktu sempat juga menulis komentar dan memberikan jawaban di beberapa MP teman dengan akses dari wireless laptop teman.

Nah koneksinya sekarang sudah pulih kembali, Karena sibuk kerjaan, baru pagi ini sempat menulis. Jadi kembali ke pertanyaan di atas, kemana dan ngapain aja seminggu belakangan?

Well, life is running as per normal. Aku kerja rutin seperti biasa. Mama Ani dan ADA berkutet berdua di rumah. Ngga’ banyak hal istimewa. Akhir minggu juga di rumah saja, ngga’ kemana-mana. Selain males keluar rumah, juga dalam rangka mengencangkan ikat pinggang (hemat-hemat dong, kan akhir bulan masih jauh!). Minggu pagi ke ruang gym ngajak Mama Ani dan ADA cari keringat. ADA semangat banget lari-lari di treathmill sementara Mama Ani senang nyobain naik sepeda dan dumbel. Lelah olahraga, pergi sarapan ke kantin bawah sambil lihatin tetangga yang berenang di kolam. Setelah itu, ADA minta ditemani main di playground. Kemudian balik naik ke rumah. Badan capek disejukkan dengan mandi dan berleha-leha, sampai ketiduran.

Kabar lain apa ya? Oh iya, pas pelajar untuk ADA sudah selesai! Pejabat imigresen Johor memberikan persetujuan belajar itu Senin kemarin. Alhamdulillah…, tinggal sedikit lagi proses yang harus ditempuh agar ADA bisa resmi duduk di bangku sekolah di sini. Pertama kami harus kembali ke Jabatan Pendidikan Johor untuk membayar biaya sebesar RM120. Lalu melapor ke Sekolah Kebangsaan Nusa Perintis I bahwa pas belajar sudah diperoleh. Terus bayar biaya sekolah (belum pasti, tapi sekitar RM400 setahun), beli baju seragam dan peralatan tulis menulis, dan voila….. ADA resmi jadi pelajar!

Itu aja dulu update terbaru dari JB. Tulisan yang lain segera menyusul. So, stay tune ya! (halah, diulang lagi! ke-pede-an nih, kayak ada yang nungguin berita atau tulisan aja…, hahahaha…)

Satu Tanda Lagi

Duh, disebutin lagi! Kali ini malah dalam meeting operasional dengan semua Dept. Head dan 2nd incharge-nya pagi tadi!

David, you can’t hold your people. I haven’t select yet, but I’ll do it once I return from China next week. Either one of 4: Tan, Kenny, Lee or Arizaldi. That will be good exposure for them, you know. They will know what others don’t. Arizaldi’s family are here, the daughter is also going to study here, that’s good you know. Am I right?” sambil memalingkan muka ke arahku yang duduk di kiri belakangnya.

Glek, hilang kantukku! Hanya senyum tipis dan anggukan kepala kuarahkan pada Uncle Chua. David hanya mendengarkan saja, tidak menjawab apa-apa.

Shall I take it as a challenge?

Tiket Ferry Naik!

Meski awalnya sudah tahu dari Didit, tapi ketika mengalaminya sendiri saat ke Batam dengan keluarga akhir minggu lalu, tetap saja membatin, “Tinggi bener naiknya!
Mulai 7 Januari 2008 biaya perjalanan dengan ferry dari Batam ke Singapore dan sebaliknya, meningkat tajam. Harga tiket yang dulu (pernah) diobral S$13 (two-way), sekarang naik menjadi S$27 (di photo nampak harga S$22 untuk two-way, di counter Batam Centre harga untuk one-way dan two way sama yaitu S$27). Pajak pelabuhan laut di Batam dari S$2 naik menjadi S$6 (lihat photo, sebelah kiri tarif lama sebelah kanan tarif baru). Sementara di Singapore pajak dan fuel charge-nya dari S$10 naik ke S$16! Yang tetap hanya asuransi kecelakaan S$1 (di Batam). Total biaya untuk satu orang pulang pergi adalah S$50 atau Rp. 325000 (pada kurs S$1=Rp. 6500)! (Lihat harga tiket di Penuin).

Bagi orang yang sesekali ke Singapore (terutama (sorry) para ‘borjuis’ dari Jakarta), barangkali biaya segitu bukan masalah, karena sudah dianggarkan masuk dalam biaya perjalanan. Lain halnya dengan para frequent cross border yang tiap sebentar harus melakukan perjalanan lintas negara seperti aku. Bisa kere jadinya! Jatah tiket seminggu sekali memang kuperoleh dari perusahaan, tapi anak dan istri kan tidak ditanggung. Belum lagi keharusan nombok S$9 karena selisih kenaikan pajak (tiket dibeli perusahaan dalam jumlah banyak sebelum harga naik). Apalagi nanti juga (sudah mulai ada bisik-bisik nih…) tidak ada lagi tiket jatah dari perusahaan, sehingga biaya perjalanan Batam~Singapore harus ditanggung sendiri! Nah kan, habis deh duit buat tiket ferry doang!

Saat ini yang terpikir adalah mengurangi jumlah perjalanan dari/ke Batam/Singapore untuk menghemat pengeluaran. Agar tetap bisa pulang bareng dengan Mama Ani dan ADA, tiket jatah akan tetap kuambil setiap minggunya (untuk dikumpulkan dulu). Atau mungkin cara lain adalah mengusulkan ke perusahaan agar mengalihkan jalur transportasi dari Johor Bahru – Singapore – Batam menjadi Johor Bahru – Batam (via pelabuhan Stulang Laut) karena sedikit lebih ekonomis (lihat harga tiket via Stulang Laut). Atau ada ide lain?

Yang Tertunda

Ah senangnya bisa posting lagi! Seharian kemarin internet kantor kehabisan bandwith sehingga koneksitas menjadi terbatas. Tadi pagi sempat ngobrol dengan Candra (MIS Engineer), katanya mungkin ada virus yang terus mengaktifkan koneksi karena setelah dia periksa banyak user malah tidak sedang melakukan koneksi ke internet.

Malam ini coba aktifkan si Rubah Api (meski tak berharap banyak bakalan OK), eh ternyata sudah lancar lagi seperti biasa. Good job, Candra!

Ya udah, mau posting dulu ah… 🙂