Nama Jepang Anda

Pernah berfikir andaikan kita lahir di Jepang, nama kita siapa ya? Atau mungkin yang lebih sederhana, dalam bahasa Jepang nama kita jadi apa ya?

Ada 2 generator untuk itu. Pertama seolah-olah kita lahir di Jepang. Kedua membuatkan nama Jepang kita secara tradisional (dengan nama keluarga di awal dan nama tambahan di akhir). Silakan klik kedua tautan untuk mencoba.

Setelah dicobakan pada generator pertama, namaku menjadi Nariaki Arakida. Sementara pada generator kedua, ia menjadi 藤原 Fujiwara (wisteria fields) 大輝 Taiki (large radiance).

Kok ngga’ ada mirip-miripnya ya dengan nama asliku? Hehehe…
Tapi kalau disuruh memilih, aku lebih suka dengan nama yang kedua: 藤原 大輝 Fujiwara Taiki

Siapa nama Jepang Anda?

Advertisements

Main Teka Teki

Pernah nyoba mampir main ke sini?

Hebat nih yang bikin teka-teki! Benar-benar memeras kemampuan logika. Jika biasanya menghadapi teka-teki silang ala buku emperan jalan (yang gambar sampulnya banyak yang ‘nakal’ itu) main tutup mata aku yakin bisa menjawab semua soal atau mengikuti test-test psikologi ketika melamar pekerjaan juga tanpa masalah berarti, maka menghadapi teka-teki di situs ini bikin aku berkerut kening banget.

Masih mentok di level 8 nih! Padahal katanya ada 50 level semuanya. Blah…, pusing dah! 🙂

Memotret Superman

Halah… malam takbiran masih saja harus bekerja! Sedih dan kecewa juga rasanya. Tapi harus bagaimana lagi? Cuti sudah terambil ketika pulang ke Padang menghadiri pernikahan Emil awal November. Ditambah lagi hutang cuti saat mengurus permit Mama Ani & ADA ke Pekanbaru di akhir bulannya. Mau ambil cuti lagi? Ngga’ enaklah sama boss…

Bukan pelampiasan kalau aku malah main game ini barusan. Kebetulan saja menemukan tautan ke sana saat browsing internet di jam istirahat malam. Dan kebetulan juga tidak banyak masalah di line produksi, sehingga aku bisa berlama-lama di depan komputer.

Awal main hanya dapat nilai 85. Sekarang sudah naik ke 117. Lumayanlah untuk orang yang baru 15 menit mencoba, hehehe…! Sekarang berhenti dulu mainnya, kerjaan menunggu.

Jangan Baca, Gak Penting!

Bingung juga nih mo nulis apa setelah 3 hari tidak mampir ke sini. Ide-ide sih ada, seperti biasa tertulis di catatan kecil, tapi menuliskannya kok seperti lagi kena virus M saja. Males, hahaha…!

Ya udah, sambil menyelesaikan tugas kantor, update blog-nya ini aja dulu.

Benar-benar posting yang ngga’ penting!
🙂 🙂 🙂

Nasi Goreng Pagi, Malam, dan Tengah Malam

Menu makanan yang kumakan hari ini sama, ngga’ berubah: nasi goreng! Ya, pagi nasi goreng ala India dari kantin apartemen (ada campuran telor orak-arik dan bawang goreng kering), malam nasi goreng kampung Melayu dari restoran Awana Corner II (pakai sayur dan teri goreng), dan tengah malam nasi goreng biasa sajian warung mobil dadakan di depan kilang (ditambahi lauk ayam gulai dan sambal udang). Entah kenapa pesan makannya nasi goreng terus. Mungkin sedang malas makan atau malas mikir makanan yang lain, jadi ya sekenanya aja ingat nasi goreng ya udah pesan nasi goreng!

Soal rasa, dari 3 nasi goreng di atas, nasi goreng biasa yang rasanya paling enak. Rasa asin garam dan pedasnya pas di lidahku. Dibanding nasi goreng ala India yang hambar dan nasi goreng kampung yang keasinan, nasi goreng biasa seharga RM3 ini enak banget dimakan malam-malam seperti ini.

Dan lagi, menulis blog tentang makanan yang sedang dimakan. Live blogging lagi? Hehehehe… maksa!

Glek, 2 Liter!

Sepertinya bikin rekor pribadi dalam jumlah air yang diminum satu hari di tempat kerja nih. Kalau biasanya, entah saat masuk kerja pagi atau duluuuu saat masih masuk kerja malam, paling banter meneguk 2 botol kecil air putih saja. Nah ini semalaman aku menghabiskan 4 botol kecil @500ml air putih! Padahal dinginnya AC dan udara yang basah karena hujan di luar sana cukup bikin badan menggigil, dan anehnya rasa kering di kerongkongan tetap ngga’ hilang-hilang!
Bakal radang tenggorokan? Calon batuk? Dehidrasi? Atau jangan-jangan justru air minumnya yang bikin haus (seperti minum air laut)! Hehehe…