Pemilu, Nexian dan Transformers 2

Hari pemungutan suara pemilihan Presiden Republik Indonesia. Orang-orang berdatangan ke tempat pemungutan suara. Aku tidak terdaftar di DPT di Samarinda karena baru pindah dan tidak mengurus kepindahan itu untuk dapat memiliki hak suara. Hak suara yang di Batam biarlah hilang dan aku berleha-leha saja di rumah menonton TV (yang semua channel lokal menyiarkan langsung suasana pemungutan suara) dan membaca koran Tribun Kaltim.

nx-g900Tertumbuk mata pada satu iklan produk yang sempat menarik perhatianku sebelumnya di koran tersebut. Handphone Nexian G900 atau yang disebut-sebut sebagai Nexberry karena begitu mirip dengan handphone Blackberry (tipe Bold) sedang promo bundling dengan provider XL di Samarinda Central Plaza (SCP) mulai hari ini. Maka tanpa pikir panjang, segera aku berkemas ke SCP.

Ternyata counternya belum dibuka karena khusus hari ini SCP baru dibuka jam 1 siang untuk memberi kesempatan pada pengunjung dan pemilik usaha melaksanakan hak pilihnya. Maka setelah berjalan-jalan di sekitar situ, makan siang dan shalat dzuhur, barulah aku kembali ke counter XL tersebut. Paketnya cukup oke, NX-G900 ini dijual pada harga Rp. 1,100,000 sudah termasuk bonus pulsa Rp. 105,000 dari XL dan memory card 2GB plus beberapa bonus isi ulang pulsa. Beda sedikit saja jika dibandingkan dengan saat pertama kali diluncurkan pada Indonesia Cellular Show 2009 di JCC awal Juni lalu yang menghebohkan itu.

Singkat cerita, NX-G900 akhirnya menjadi milikku. Bukan aku yang akan memakainya karena ia akan menjadi hadiah ultah pernikahan untuk istriku. Jadi saat pulang ke Jawa minggu depan, aku akan mengoleh-olehi handphone ini untuknya. Pasti Mama Ani akan senang menerimanya!

Mumpung masih di SCP dan sebagai satu-satunya plaza yang punya bioskop di Samarinda, aku tertarik untuk menonton film. Sudah sangat lama aku tidak pernah menonton langsung di bioskop, terakhir saat menonton Laskar Pelangi bersama keluarga di Batam (yang adalah acara menonton pertama aku dan istri (plus anak, saat itu) setelah lebih dari 10 tahun!). Ada beberapa judul yang sedang tayang tapi akhirnya aku memilih film Transformers2. Pertimbangannya adalah rekomendasi teman-teman yang sudah menonton dan resensinya yang menarik di koran dan internet.

Transformers Revenge of The FallenTapi sorry berat untuk semua teman yang telah merekomendasi bagus film ini, aku tidak menilainya begitu. Terkesan sih iya dengan kehalusan special effect canggih dan imajinasi tinggi sutradara, penulis cerita dan para desainer robotnya, tapi ujung-ujungnya aku malah tertidur di tengah-tengah cerita! Beneran, aku terkantuk-kantuk dari mulai pertengahan cerita sampai akhir film. Padahal kata orang itu bagian paling seru-serunya!

Aku bosan dengan film itu, mungkin karena memang tidak tertarik pada genre film khayal begini. Bagiku Transformers2 adalah film anak-anak yang dibawa ke dunia orang dewasa. Aku bahkan tidak bisa membedakan mana robot-robot di pihak kawan dan mana yang pihak lawan setelah mereka semua bertransformasi dari mobil menjadi robot. Terutama sekali pada saat-saat pertempurannya, aku bingung menyaksikan siapa yang bertempur, apa yang dipukul, siapa yang menang/kalah dan sebagainya. Aksi-aksinya juga demikian, kenapa robot ini menghisap semua benda yang ada disekitarnya, untuk apa robot itu menghancurkan kota, kenapa matrix yang sudah menjadi debu bisa utuh kembali, banyak yang tidak jelas untukku.

Setelah menonton film Transformers2, secara keseluruhan aku tidak merekomendasikannya bagus. It just not the movie I like to watch, that’s it!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s