Teman Melintasi Waktu

Sendirian merantau jauh-jauh ke Samarinda, tiada kawan tiada sanak saudara, maka kepada merekalah aku mendekatkan diri. Seperti juga begitu dari dulu, selalu mereka yang aku cari. Teman bisu yang dapat berbicara dan bercerita kepadaku tak henti-henti, membawa pergi pikiranku untuk berkelana jauh melintasi ruang dan waktu, yang mengusir segenap sepi dan letih diri dan menggantinya dengan pencerahan pemikiran, bahkan ia sanggup mengayun-ayun hingga aku jatuh terlelap.

Buku. Entah apapun kandungannya, adalah teman yang kumaksud.

Sepulang bekerja, kala tubuh telah disegarkan kembali oleh mandi, seusai tafakur Isya dan makan malam, aku menemui salah satu dari teman-temanku ini. Pilihannya sengaja ke novel saat ini, karena lebih ringan. 2 minggu di Samarinda 5 novel telah menjadi koleksiku. Inilah mereka:

Saat ACinta Berhijrah The Ghost Negeri Van Orange Kisah Langit Merah Kun Fayakun

1. Kisah Langit Merah – Bubin Lantang (sudah dibaca)

2. Kun Fayakun – Andi Bombang (sudah dibaca)

3. Negeri Van Oranje – karya bersama (sedang dibaca)

4. Saat Cinta Berhijrah – Andi Bombang (belum dibaca)

5. The Ghost – Robert Harris (belum dibaca)

(Status keterbacaan per tanggal 19 Mei 2009)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s