Termangu Di Jendela

Termangu di depan jendela, dari lantai 4 apartemen, di akhir pekan yang sepi. Memerhatikan lapangan olahraga, taman bermain, kolam renang dan blok-blok bangunan.

Selintas pikiran mendesir di kepala.

Melemparkan pandangan lebih jauh. Bangunan sekolah ADA, lapangan hijaunya yang luas, jalan yang berkelok-kelok, pohon dan tetumbuhan, serta atap-atap rumah.

Tak lama lagi, tak ‘kan kulihat semua.

Nun jauh di ujung mata, nampak lengan-lengan besi pengangkat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Pelepas dan sebuah rumah tangki besar penanda kampung, terlihat samar-samar. Juga pucuk-pucuk menghijau kelapa sawit. Serta birunya laut yang hampir tak kelihatan.

Selebihnya adalah langit, langit yang luas membentang.

Aku teringat lagu dan petikan gitar Adhitia Sofyan pada Adelaide Sky karenanya, terutama pada bagian awal.

I need to know what’s on your mind

These coffe cups are getting cold

Mind the people passing by

They don’t know I’ll be leaving soon

I’ll fly away tomorrow to far away…

Ahh… Johor, I’ll surely be missing you!

2 thoughts on “Termangu Di Jendela

  1. perasaannya sungguh campur aduk Da. namanya juga keluar dari zona nyaman.
    but that’s life, right? full of surprise at every corners…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s