Ditinggal!

Mama Ani dan ADA pulang ke Batam. Mereka berangkat bersama Weny dan Sari (line trainer di pabrik) pukul 7.15 pagi tadi. Kemarin aku sudah booking ferry untuk mereka dari Harbour Front S’pore ke Batam Centre untuk pukul 11.40 siang. Katanya mereka mau mampir melihat-lihat sebentar di Vivo City.

Aku tidak bisa ke Batam hari ini. Kesibukan akhir tahun di pabrik belum memungkinkan untuk ditinggal. Kurencanakan ke Batam pada hari Selasa minggu depan, untuk sekaligus menjemput Mama Ani dan ADA kembali ke Johor.

Ada beberapa hal penting yang harus aku selesaikan di sana dengan cepat. Targetnya 31 Desember petang kami sudah harus kembali ke Johor. Aku tidak ingin melewatkan pergantian tahun di Batam karena ada hal yang belum jelas mengenai pengenaan biaya fiskal luar negeri yang akan mulai diterapkan pemerintah Indonesia per 1 Januari 2009. Jika Batam juga termasuk yang menerapkan biaya fiskal, keharusan membayar Rp. 1 juta per orang untuk setiap kali perjalanan keluar itu jelas terasa memberatkan.

Karenanya mumpung belum berganti tahun, maka kami harus segera keluar Batam/Indonesia supaya tidak perlu membayar biaya fiskal tersebut.

Update 29/Dec: hari ini terima email dari seorang teman menyangkut siaran pers dari Dirjen Pajak tentang Fiskal Luar Negeri (FLN). Berdasarkan siaran pers itu, aku dan keluarga termasuk yang mendapat pengecualian dari kewajiban membayar FLN. Jika demikian, masa stay di Batam bisa diperpanjang nih🙂

One thought on “Ditinggal!

  1. Pingback: Kluntang-Kluntung « Arizaldi’s Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s