Teman-Teman Mama Ani

Di lingkungan apartemen tempat kami tinggal, Mama Ani mampu beradaptasi dengan baik melalui cara bergaulnya yang dapat diterima oleh sesama penghuni. Meski dengan latar belakang budaya yang sangat berbeda satu dengan lain, hal tersebut tidaklah menjadi penghalang untuk membina persahabatan. Awal pertemanan biasanya dimulai dengan perjumpaan-perjumpaan di wilayah bersama seperti di arena permainan anak, kolam renang, kantin atau di kedai. Yang kemudian berlanjut dengan perkenalan dan pertemuan yang lebih sering.

Ada beberapa yang menjadi teman karibnya. Kalis adalah salah satunya. Ibu 2 remaja putri, warga negara Malaysia keturunan India, suaminya bekerja di S’pore (tiap hari bolak balik JB ~ S’pore). Badannya tidak tinggi, tapi kalau bicara suaranya lantang dan sering ditingkahi dengan gerak mata yang seperti penari Bali. Pernah dioleh-olehi kain batik oleh Mama Ani dari Batam, dan ia suka sekali sampai titip beli jika ke Batam lagi. Dulu sebelum ADA bertukar kendaraan jemputan, setiap pagi selalu berjumpa dengannya karena kedua anaknya juga menaiki kendaraan yang sama.

Noe’ adalah teman yang lain. Juga ibu atas 2 orang putri. Bersama suaminya, mereka adalah keluarga yang ‘subur’. Noe’ keturunan Siam Thailand yang sehari-hari berbicara dalam bahasa suaminya yang keturunan Cina di rumah. Untuk mengisi waktu dan menambah pendapatan keluarga, Proton Saga tahun lamanya diberdayakan menjadi kendaraan antar jemput anak sekolah. Dengannyalah sekarang ADA berangkat dan pulang sekolah 5 hari dalam seminggu.

Khampaeng atau biasa disapa Paeng (baca: Peng) warga negara Thailand. Lebih tua 11 tahun dibanding Mama Ani tapi anak perempuannya 4 tahun lebih muda daripada ADA yang sekarang sudah 7 tahun lebih. Bersuamikan pria Belgia yang sibuk luar biasa (karena pekerjaannya menuntut ia harus terbang ke seluruh penjuru dunia sebagai konsultan bisnis, pernah menembus rekor 280 kali terbang dalam setahun!). Berbicara tergagap-gagap dalam bahasa Inggris sederhana tapi bagaikan berondongan senapan saat memarahi anaknya dengan bahasa Thai. Yang unik jika Mama Ani, Noe’ dan Paeng berkumpul maka ada 3 bahasa yang dipergunakan. Bahasa Melayu (antara Mama Ani dan Noe’), bahasa Inggris (antara Mama Ani dan Paeng) dan bahasa Thailand (antara Paeng dan Noe’). Jika salah satu dari bahasa itu dipakai, maka salah seorang dari mereka akan terbengong-bengong tidak mengerti. Noe’ tidak paham bahasa Inggris, Paeng tidak paham bahasa Melayu, dan Mama Ani tidak paham bahasa Thailand. Lucu ‘kan?

Ada beberapa orang lagi yang dikenal Mama Ani dengan baik. Weni (wanita Indonesia bersuamikan pria Taiwan), Ika (wanita Indonesia bersuamikan pria Malaysia), Auntie Chin (keturunan China Malaysia), Arul (keturunan India Malaysia), Emily (wanita Philipina bersuamikan keturunan India Malaysia) dan beberapa orang lainnya. Mudah-mudahan pertemanan yang baik antara Mama Ani dan teman-temannya akan terus berlanjut dan tidak menimbulkan friksi-friksi tertentu. Karena seribu teman tidaklah cukup tetapi satu musuh saja adalah terlalu banyak.

One thought on “Teman-Teman Mama Ani

  1. Pingback: Weekend Dengan Keluarga Marcel Merchie « Arizaldi’s Journey

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s