8th Anniversary

Betapa mengharukannya!

ADA menyembunyikan di balik punggungnya selembar kertas gambar A3 ini saat ia membukakan pintu bagi aku dan Mama Ani. Kami baru kembali dari makan malam berdua di luar, ADA di rumah ditemani Weny.

Taddaaa…!” soraknya gembira menarik keluar kertas gambar itu dan memamerkannya pada kami. Kami perhatikan kertas itu dan kemudian saling pandang terharu. Aku peluk ADA. Mama Ani memeluk ADA.

Terima kasih ya, Nak!” kata kami padanya. Sebuah ucapan selamat pernikahan dari anak pada orangtuanya. And it came from a 7 years old child! It made me speechless…

Dari ceritanya kemudian, ternyata ADA baru saja menyelesaikan kertas ucapan itu. Saat kami mengetuk dan menunggu-nunggu di depan pintu, ia dan Weny belum selesai menyiapkan ucapan selamat tersebut. Mereka blingsatan di ruang belajar dan berusaha keras menyelesaikannya. Setelah selesai, barulah mereka membukakan pintu bagi kami.

Saking buru-burunya Pa, ini ada satu bunga yang warnanya buram karena kami hapus lagi tadi. Sekarang belum sempat ADA warnai lagi. Ini yang di atas huruf m” tunjuknya.

Bagiku, inilah bagian paling mengesankan pada hari ulang tahun ke-8 pernikahan kami. Kejutan dari ADA ini sungguh tak terduga. Biasanya kalau ADA merencanakan atau menyembunyikan sesuatu, kami sudah dapat menebak-nebak kira-kira apa yang akan dilakukanya. Tapi untuk yang ini tidak, ADA berhasil membuat surprise!

Sebelumnya berdua, aku dan Mama Ani, memang sengaja tidak mengajak ADA ikut serta dalam makan malam kami di salah satu restoran di Gelang Patah. “Ini khusus untuk Mama & Papa. ADA di rumah dengan tante Weny ya.” bujuk Mama Ani padanya. Dan ADA memang anak yang pengertian sekali, tak ada masalah baginya kami tinggal di rumah. Apalagi ia sendiri sedang makan malam saat kami berangkat setelah Magrib itu. Jadilah kami pergi berdua saja, menikmati makan malam merayakan ulang tahun pernikahan ke-8.

Doa penuh syukur saling kami panjatkan pada Allah SWT. Harapan akan kehidupan pernikahan yang lebih baik saling kami ucapkan tadi malam. Insya Allah kami akan saling mendukung dan menjalani pernikahan berbahagia ini sampai kelak tiba waktunya untuk ‘kembali’ pada Kekasih yang sama-sama kami cintai dan rindui pertemuan denganNya.

Makan malamnya sederhana saja, tapi suasananya cukup nyaman. Kami pilih duduk di meja di luar restoran, di bawah langit yang gelap dan naungan pohon serta hiasan lampu-lampu. Berbincang berdua tentang sifat ADA dan sekolahnya (apalagi sih yang dibicarakan orangtua kalau bukan soal anak?), sambil menunggu pesanan makanan kami datang. Meski tidak a la candle light dinner, tapi makan malamnya terhitung romantis juga. Apalagi mengingat bahwa aku bukanlah pria yang romantis, hihihihi… (loh, kok bangga?)

Happy anniversary untukku dan Mama Ani! Insya Allah kita akan dapat saling menjaganya dan Allah SWT selalu bersama kita.

3 thoughts on “8th Anniversary

  1. Pingback: Hari Ayah « Arizaldi’s Journey

  2. “(apalagi sih yang dibicarakan orangtua kalau bukan soal anak?)”

    yaaa….soal bikin anak lah!!!! hueheuheuhue

    ADA pinter sekali Nak…jangan lupa minta adik lagi sama papa-mama yaa😀

  3. iya Tante, ADA udah minta sejak lamaaaaaaa sekali….
    tapi kata Papa & Mama, Allah belum kasih. mungkin Allah masih sayang sama adik itu di surga, jadi belum diberikanNya pada kami.
    jadinya ADA sekarang tunggu aja sambil terus berdo’a semoga Allah mau mengirimkannya segera pada kami.

    Tante doa’in juga ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s