Locker 165

Barangkali memang sudah jodohnya ‘kali ya, aku mendapatkan loker bernomor 165 ini.

Nyaris 10 bulan tak ada keinginan untuk memiliki loker sendiri di pabrik, tahu-tahu dirasa perlu untuk punya. Sebelumnya smock (pakaian) dan sepatu kerja disimpan di hanger dan rack bersama-sama dengan milik karyawan-karyawan lain. Belakangan ternyata sering ditemui pulpen (yang diselipkan di saku samping) tidak berada di tempatnya lagi. Kadang juga smock tidak ada (ada yang memakai, padahal ada namaku tertulis di situ) atau bahkan hilang tidak kembali. Demikian juga sepatu.

Kalau barang-barang itu disimpan di meja kerja, kesulitannya adalah bagaimana aku menuju pintu keluar tanpa menggunakan pakaian kerja. Jelas tidak boleh. Dari situlah kemudian kebutuhan memiliki loker tersebut ada.

Nah saat meminta loker ke HR, biasanya jawabannya adalah tidak ada loker, belum ada yang mengembalikan kunci, dan jawaban sejenisnya. Tapi memang sudah diatur sepertinya, di saat aku memerlukan, ternyata ada loker yang kosong. Nomornya 165 pula, angka yang sangat ESQ sekali!

Dengan gantungan kunci 165 di loker bernomor 165, inilah loker tempat aku menyimpan sepatu dan smock di pabrik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s