ADA Ompong Dua

Pa, hari Senin saja ya cabut giginya…” ADA masih berusaha membujuk meski sudah di depan klinik pergigian Gelang Patah. (Eh, jangan tertawa! Memang itu sebutan nama klinik kalo ke dokter gigi: klinik pergigian.)

Sekarang saja ya, sudah sejak minggu yang lalu lho dek ADA ngga’ mau terus diajak ke sini.

Tapi ADA takut, Pa. Sakiiit…” rengeknya khawatir.

Ngga’ apa-apa, sakit sedikit aja kok. Kan nanti diberi obat kebal biar ngga’ terasa sakitnya. Ingat ‘kan 3 minggu lalu saat gigi yang ini dicabut, terasa ngga’ saat dicabut?” menunjuk ke gigi taring bawahnya yang sudah ompong.

ADA menggeleng, “Iya sih, tapi…

ADA ngga’ mau kan giginya ntar tumbuh acak-acakan? Kasihan gigi yang di bawahnya udah mau keluar tuh. ADA lihat ‘kan? Nah, ntar dia ngga’ bisa tumbuh bagus kalau gigi atasnya belum dicabut. Yuuuk…!

Jadi jelek ya Pa?

Iya.

Meski masih takut-takut dan ragu, ADA akhirnya mau naik ke lantai 2 klinik gigi itu. Dan meski masih penuh dengan kecemasan saat duduk di kursi pasien, ADA kemudian dengan gagah berani menunjukkan senyumnya pada kami saat keluar dari ruangan dokter. Senyum ompong dua gigi depan bagian bawahnya! “Ngga’ sakit lho, Ma!” katanya.

dsci1372.jpg dsci1375.jpg

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s