Brand New Taxi

Bagaimana rasanya menaiki sebuah mobil sedan super mulus, yang baru saja diantar dari ruang pamer (showroom) sore kemaren, plastik penutup di beberapa bagiannya masih terpasang, jarak tempuhnya baru 188km, masih dengan wangi khas pabrik, serta kursi yang empuk dan dashboard berkilap? Ajukanlah pertanyaan ini pada Mama Ani, maka jawabannya adalah pusing dan mabuk!

Bukan, bukan pusing memikirkan darimana dapat duit segitu banyak untuk membeli mobil. Atau mabuk kepayang kegirangan memiliki kendaraan pribadi roda empat. Bukan, bukan itu. Pusing dan mabuknya adalah dalam arti harfiah; kepala ‘nggliyeng’ dan rasa tidak enak karena ada ‘dorongan’ tertentu dari perut sampai kerongkongan.

Halah, kok ndeso banget?!

Itu karena pada Sabtu pagi lalu saat kami sampai di Jurong East Bus Interchange, kami ‘beruntung’ menumpang taxi CityCab ke Harbour Front. Taxi yang berjejer di perhentian taxi adalah taxi baru semua, Hyundai Sonata GLS yang mulai dioperasikan pagi itu. Aku menyadari taxi yang dipakai adalah taxi baru ketika sudah berjalan beberapa puluh meter. Saat kukonfirmasi ke sopirnya, ia mengatakan bahwa mobil-mobil ini memang baru diantar ke kantor mereka sore sebelumnya. Aku lirik ke panel di depannya, ya jarak tempuhnya baru 188km saja. Jadi sah-sah saja bila kusimpulkan bahwa pagi itu kami mengukir sejarah bagi taxi tersebut sebagai penumpang pertama yang dibawanya!

Dari pembicaraan dengan sang sopir, kuketahui bahwa armada baru ini adalah tambahan taxi baru di CityCab, bukan regenerasi atas taxi lama. Jumlahnya sekitar 20 unit. Untuk regenerasi, CityCab mengganti taxi-taxinya setiap 3~4.5 tahun sekali. Sebagian besar menjadi barang rongsokan atau kalau kondisinya masih cukup OK, dijual kembali.

Nah aku jadi membandingkan, andai saja aturan seperti itu diikuti juga di Indonesia, tentunya tidak akan kita temui taxi-taxi tua dan omprengan di jalanan. Taxi yang mesinnya sudah bobrok, berdempul gede di sana sini, joknya bolong-bolong dan kadang dihuni kecoak, serta ‘sedapnya’ campuran segala macam aroma setelah puluhan tahun ‘diperkuda’ oleh pemiliknya. Taxi seperti inilah yang seharusnya membuat kepala ‘nggliyeng-nggliyeng’ dan bikin mabuk serta perasaan khawatir akan keselamatan sopir dan penumpangnya. Bukan taxi baru kinclong mengkilap lho, Mama Ani😉

Note: Gambar diambil dari Oom Wiki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s