Passport & Gold Card

Melakukan perjalanan lintas 3 negara (Indonesia – Singapore – Malaysia) setiap akhir minggu sudah menjadi hal yang biasa bagiku. Sama seperti jika di negara sendiri, saat pergi dari satu kota ke kota lainnya seperti dari (misalnya) Batam ke Padang lalu ke Jakarta, juga melewati batas-batas daerah, laut, dan pulau yang berbeda.
Yang membedakannya antara lain dalam moda transportasi yang digunakan. Indonesia (via Batam) menuju Singapore dapat dicapai menggunakan kapal ferry cepat, dilanjutkan dengan transportasi darat kereta MRT dan bus menuju Johor Bahru (Malaysia), dapat ditempuh dalam waktu sekitar 3 jam saja. Sementara kalau dari Batam ke Padang lalu ke Jakarta jelas akan makan waktu berhari-hari untuk ditempuh jika menggunakan jalan darat, sehingga jauh lebih efisien jika menggunakan pesawat terbang.

Hal lain yang membedakan adalah perlunya dokumen perjalanan berupa paspor agar dapat melintasi pintu-pintu imigrasi di setiap perbatasan negara. Setiap kali masuk dan keluar negara, lembaran paspor akan distempel tanda masuk atau keluar untuk memudahkan pengawasan terhadap orang asing. Semakin sering keluar masuk maka semakin banyak stempel yang ada di buku paspor. Dengan frekwensi keluar masuk yang tinggi seperti aku saat ini, maka lembaran-lembaran paspor akan cepat penuh dan jika penuh maka paspor harus diperbaharui untuk mendapatkan buku baru.

Pasporku saat ini yang baru diperpanjang bulan May lalu, sekarang telah terisi penuh sampai halaman 24. Artinya, setengah dari buku paspor Indonesia berketebalan 48 halaman untuk masa pakai 5 tahun telah terpakai dalam waktu kurang dari 6 bulan! Boros sekali, bukan? Jika terus begitu, bisa-bisa setiap tahun aku harus memperbaharui paspor deh…!

Karena itu aku cukup bersyukur disediakan Gold Card oleh perusahaan dimana dengan menggunakan Gold Card sebagai expatriate pass, pasporku tidak perlu lagi distempel oleh imigrasi Malaysia. Paling tidak kepemilikan Gold Card ini dapat mengurangi 33,33% laju pemakaian lembar-lembar paspor!🙂

(Untuk alasan tertentu, photo memang sengaja dibuat tidak fokus.)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s