Kurus Atau Tak Terurus?

Vigha: “Oom kok bisa kurus sih?

Siti: “Iya, nampak kurus. Kok bisa?

Agus: “Mas Ari, apa rahasianya? Tapi keren lho lebih ramping begitu, mantaaap…!

Azeem: “Oom Ari, kok jadi kurus? Rambutnya panjang lagi!

Kang Didan: “Wuih keren banget! Rada kurusan kayaknya ya…?

Mbak Elny: “Pak Ari nampak kurus. Iya kan, Mbak Ani?

Haaah…??? Banyak sahabat-sahabat 165 yang bertemu di training ESQ Prof-22 Batam akhir minggu lalu mengomentari badanku yang kata mereka nampak lebih kurus. Yang dituliskan di atas adalah beberapa contoh diantaranya.

Dalam hati aku jadi berfikir-fikir, masa’ iya sih? Perasaan tetap segitu-segitu aja, ngga’ kurang ngga’ lebih. Perut masih ‘lebih tinggi dari dada’. Nomor celana masih sama. Gerakan badan tidak terasa lebih ringan. Apa yang bikin nampak kurus? Kok mereka bisa bilang begitu? Kelihatan darimananya ya? Wajahku jadi kempot apa ya?

Ah, mungkin karena rambut yang lebih panjang ‘kali, sehingga wajah nampak lebih kecil? Atau karena pakai jas resmi yang ramping, dibanding sebelumnya pakai jaket jas yang lebih longgar? Atau… ah embuh! Yang jelas saat 10 menit yang lalu menimbang badan di timbangan digital produksi, angkanya masih 80.89 kg. Tetap belum tembus ke kepala 7 seperti pernah disinggung di tulisan ini.

Yang terfikir sekarang malahan; penyebab turunnya berat badan ini apa?
Puasa Ramadhan? Udah lewat…
Capek kerja? Rasanya biasa-biasa saja.
Stress akibat kerja? Entahlah…
Tak terurus? Halah… bisa-bisa diamuk Mama Ani kalau begini!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s