Kenapa Harus Marah?

Yang namanya sabar (seperti orang bilang) kadang ada batasnya. Sesabar-sabarnya orang, suatu saat akan ‘lepas’ juga. Betul atau benar? (hehehe… maksa, mencari pembenaran)

Jadi, kenapa marah?
Atau malah, kenapa tidak boleh marah?

Sampai ada yang bilang, “Aduhai… garang nian!” padahal mungkin tak segarang yang pernah ada. Mungkin karena sangat jarang ‘lepas’ seperti itu, jadi begitu nampak sangat garang kelihatannya. Apalagi ini urusan kerja, dimana sepanjang hampir 6 tahun di tempat sebelumnya, hanya terjadi dalam hitungan kurang dari jari sebelah tangan. Ada juga yang bilang, “Berani sangat, dengan boss lho..!“, padahal mereka tak tahu seberapa baiknya pengertian diantara kami. Jadi tak apa-apalah sesekali meluahkan sesak padanya, karena setelah itu aku bisa lebih tenang dan malahan sekarang sudah bisa tersenyum saat menulis ini.

Sungguh tak ada kekuatan tanpa tantangan. Tak ada kemampuan tanpa ujian. Tak ada ketegaran tanpa cobaan.

Ya Allah, berilah hamba percikan As Shobuur-Mu agar hamba tabah menghadapi keadaan seberat apapun. Ya Rabb, limpahkanlah Al Mu’izz-Mu agar hati ini tetap jernih membaca kehidupan. Luruskanlah jalanku menuju cintaMu dengan menempuh pengabdian kehidupan dunia ini. Hanya padaMu aku berserah diri dan memohon perlindungan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s