Puasa ADA Setengah Hari

Bulan Ramadhan 1428H ini ADA mulai belajar berpuasa. Aku dan Mama Ani menyuruhnya untuk ikut tidak makan dan tidak minum sampai waktu Dzuhur tiba. Puasa setengah hari namanya. Jika ia sanggup dan mau menahan lebih lama, kami tidak melarangnya. Yang penting ADA mulai melaksanakan ajaran berpuasa yang sangat luhur ini, yang nanti akan menjadi amal ibadah berkelanjutan baginya setelah baligh.

Dua hari terakhir ini, di saat Dzuhur, Mama Ani menelponku dari Batam memberitahukan bahwa ADA sedang berbuka. Rasanya senang sekali mendengar ADA berhasil melewati puasa setengah harinya dengan baik, mengingat pola makan ADA selama ini yang cukup ‘bernafsu’🙂

Mama Ani bilang, 2 hari ini ADA puasa tidak didahului dengan makan sahur. “Susah banget dibanguninnya”, kata Mama Ani, “bukannya melek matanya, malahan makin kuat memeluk guling!”. Hahahaha… Tapi bagus juga, artinya meski tanpa didahului dengan sahur ADA kuat bertahan menahan kekosongan di perutnya. Berarti jika didahului makan sahur, bisa jadi ADA akan bertahan lebih lama? Kita lihat saja nanti.

“Tapi ada jeleknya juga, Pa,” kata Mama Ani, “banyak mengeluh ini itu si ADA. Yang lemes lah, yang kering kerongkongan lah, pengennya tiduran lah…” Ngga’ apa-apa, namanya juga baru belajar. Sekali dicoba, dua kali belajar, ketiga kali mulai ngga’ terasa, berikutnya terbiasa dan menikmati.

Selamat belajar berpuasa, Anakku! Semoga menjadi pelajaran yang berharga dan melekat terus dalam kehidupanmu…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s