Nikmatnya Durian

Sabtu sore aku ajak Mama Ani mencari durian ke daerah Tarandam dekat rumah sakit tentara. Ummi Tuti dan Etek Nan bilang kalau sekarang sedang musim dan biasanya di sana banyak yang berjualan. Di sepanjang jalan, katanya, termasuk juga yang berjualan lemang dan ketan sebagai teman makan durian.

Karena memang penyuka durian, dengan bersemangat sore itu aku dan Mama Ani menuju Tarandam. ADA tidak mau diajak, ia lebih memilih bermain bersama Fajar di rumah (lagipula, ADA memang tidak (belum) suka durian). Ternyata benar, banyak sekali yang berjualan durian di pinggir jalan, mulai dari pertigaan PLN sampai ke depan asrama tentara. Puluhan pedagang menggelar duriannya di tepi jalan begitu saja, tidak pakai alas, tempat pajangan atau pakai tenda. Ratusan buah durian ditumpuk-tumpuk sesuai ukurannya untuk memudahkan penentuan harga. Pembeli tinggal memilih durian yang diinginkannya dan tawar menawar harga dengan pedagang. Tidak mahal, mulai dari Rp. 5000,- sampai Rp. 30.000,- per biji! Bandingkan dengan harga buah durian di supermarket Batam, Jakarta, atau kota-kota lainnya yang dihitung (paling murah) Rp. 10.000,- per kilogram kotor (termasuk kulit).

Aku memilih 2 durian sebesar bola kaki untuk dimakan langsung di sana. Tawar menawar dan dengan harga Rp. 15.000,- saja, kedua durian itu langsung dibukakan. Tuh kan… murah! Durian sebesar bola kaki lho…. 2 buah lagi!

Mama Ani senang sekali dengan suasananya. Ribuan durian beronggok-onggok, wangi harum menebar di sepanjang jalan, sore yang teduh, pedagang dan pembeli yang ramai, kendaraan yang berseliweran, tikar-tikar di atas rumput hijau di bawah pohon palem, dan tentu saja, durian matang kekuningan di atas piring! Ditambah dengan ketan bertabur parutan kelapa, ah… nikmatnya. Alhamdulillah….!

Jika dibandingkan dengan durian Perempuan Tua atau durian Muar yang kunikmati dan kubawa ke Batam dari Gelang Patah – Johor Bahru beberapa waktu lalu, durian Pasaman yang kami nikmati memang kalah tebal isinya. Tapi dari segi rasa, tidak kalah nikmatnya. Sulit menggambarkan seperti apa rasanya, yang jelas dengan hanya 2 buah saja, aku dan Mama Ani sudah merasa puas memakannya. Terpuaskan keinginan untuk makan durian banyak-banyak, yang kalau dilakukan di Batam jelas akan bikin kantong jebol, hehehehe….

Sebagai oleh-oleh untuk yang di rumah, aku pilihkan lagi 4 durian berukuran sama dengan yang kami makan. Termasuk 2 yang sudah dimakan, harga 6 durian semuanya menjadi Rp. 45.000,-. Diikat dua-dua dan digantungkan di pijakan kaki sepeda motor. Mama Ani terheran-heran dengan cara membawa durian itu, yang tergantung-gantung sepanjang jalan dari Tarandam ke Kampung Kelawi di bawah kakinya. Persis seperti keinginan menikmati durian enak dan banyak yang sebelumnya tergantung-gantung tak terpuaskan…🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s