Pulang ke Batam

Berkejaran dengan jalannya product qualification untuk salah satu module Motorola, aku berusaha agar tetap bisa pulang ke Batam Jum’at sore lalu. Keinginan untuk bertemu dengan keluarga terasa lebih besar karena sudah 9 hari penuh tidak bertemu dengan mereka. Tapi tanggung jawab pekerjaan di NJ tetap harus dilaksanakan. Meski sudah berusaha maksimal, namun product qualification berjalan lambat karena ada perubahan program mesin di SMT sehingga yang tadinya direncanakan sebelum siang sudah selesai dari SMT ternyata molor sampai sore. Barulah sekitar jam 5 ketika panel module pertama selesai aku dan Pak Edi bisa meninggalkan pabrik dan berkemas-kemas pulang.

Bareng satu van dengan para Singaporean yang bekerja di SEB/Microfab/JPower, kami meninggalkan Gelang Patah menuju Jurong East Interchange (terminal bus dan MRT station di kawasan Jurong, Singapore). Sedikit hambatan di custom Singapore dengan antrian panjang pada pengecekan imigrasi, maklum Jum’at sore dimana orang-orang pada pulang untuk berakhir minggu dengan keluarga.

Turun di depan IMM shopping mall, kami menyeberang jalan ke taxi stand dan antri. Antriannya cukup panjang tapi dalam 15 menit kami sudah dapat taxi Yellow Top menuju Harbour Front. Di dalam taxi sopirnya bertanya, “Which way you want to go there?”. Sedikit heran dengan pertanyaan tersebut (kan seharusnya dia sebagai sopir taxi harus lebih tahu jalan doong..!) kujawab dengan balik bertanya, “Which is the fastest way?”. Dia bilang semua jalur sekarang tidak lancar, “It’s Friday night, you know everybody wants to go home soon and enjoy the weekend”. Sekilas mengingat-ingat aku lalu minta dia mengambil jalur PIE mencari arah ke Telok Blangah. Awalnya lancar, tapi mendekati NUS (National University of Singapore) mulai nampak macet dan taxi dibelokkan ke Clementi Road yang ternyata merupakan pilihan tepat karena bisa sampai ke Harbour Front dengan cepat.

Aku minta diturunkan di taxi drop point Vivo City karena lebih dekat ke ferry terminal daripada diturunkan di Harbour Front drop point yang lebih jauh dan harus jalan kaki serta naik tangga untuk menuju ke ferry counternya. S$12.90 untuk jarak sekitar 13.5KM dari JIE, masih standar lah (karena pernah pengalaman dari Jurong East ke Harbour Front kena charge S$20.30 karena terjebak macet di jalan!). Ferry Penuin-11 pukul 20.40 sudah menunggu, tapi aku masih sempat mencarikan oleh-oleh untuk Mama Ani dan ADA di Vivo Mart.

Sampai di ferry terminal Batam Centre pukul 20.45, aku melintas ke Mega Mall untuk mencari kendaraan pulang, daripada naik taxi di pelabuhan yang mahal (hehehe… sampai di Batam pola pikir orang Indonesianya kambuh lagi, cari yang murah!). Akhirnya sampai di rumah Bukit Kemuning jam 21.25, dengan sambutan hangat dari Mama Ani dan Ibu Mertua! Ya, Ibu ternyata sudah di Batam sejak 3 hari yang lalu dan Mama Ani memang sengaja tidak memberitahuku agar menjadi kejutan tersendiri. Sementara si ADA sendiri sudah tertidur lelap kecapean main seharian.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s