Bukan Pekerja Anak

Sepulang berbelanja lauk pauk di pasar Pancur – Tj. Piayu tadi pagi, aku dan keluarga menikmati nasi soto ayam di Bida Ayu. Yang menarik perhatianku di pojok warung ada 2 bocah kecil (satu laki-laki dan satu perempuan, nampaknya bersaudara) berumur kurang dari 5 tahun sedang duduk mencuci piring. Tangan mereka yang kecil berlumuran sabun cuci piring kadang tak sanggup menahan licinnya mangkok-mangkok bekas makanan pembeli yang sedang mereka cuci sehingga beberapa kali terlepas dan jatuh ke lantai. Mangkok dan piring itu memang tidak pecah, tapi bunyinya mengundang perhatian.

Aku menyenggol ADA, “Coba ADA perhatikan. Pintar ‘kan mereka, bantu nyuci piring lho.” ADA melirik, “ADA juga sering bantu Mama cuci piring kok Pa!” jawabnya.

Sayang tidak ada kamera untuk mengabadikan momen tersebut. Padahal cukup bagus melihat ekspresi kesungguhan mereka mengerjakannya. Seolah-olah ingin menunjukkan bahwa mereka sudah bisa dan biasa mengerjakan pekerjaan tersebut.

Yang jelas sih 2 bocah kecil itu bukanlah anak-anak yang sedang dipekerjakan apalagi diperbudak seperti yang disebut dalam berita perbudakan anak di China utara dan Guinea beberapa waktu lalu. Mereka adalah keponakan dari penjual soto yang sedang diajak orangtuanya mengunjungi saudara di Batam. Terbukti dari pertanyaan yang dilontarkan salah seorang dari mereka, “Piring yang ini ditarok dimana, Bude?” yang menunjukkan bahwa diantara mereka terdapat hubungan kekerabatan (Bude dalam bahasa Jawa berarti Bibi kakak Ibu/Bapak).

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s