Pekanbaru Hari Pertama

Perjalanan ke Pekanbaru diawali dari PT dimana aku, Hadi dan Binner berangkat diantar dengan mobil van perusahaan, sementara Hermin naik di jalan karena tempat tinggalnya searah dengan jalur ke bandara. Kami sampai di Hang Nadim jam 08.05AM dan langsung check in untuk penerbangan dengan Citilink jam 09.40AM. Sambil menunggu, aku dan teman-teman membaca koran dan memperhatikan kesibukan bandara di pagi hari itu.

Pesawat take-off tepat waktu dan sesuai dengan perkiraan waktu tempuh yang hanya 35 menit, kami sudah landing jam 10.15AM di bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Tanpa banyak melewati kerepotan bagasi (lha gimana mau repot, masing-masing cuma bawa tas satu tenteng aja, hehehe!) kami langsung ke counter taxi dan menuju ke konsulat Malaysia di jalan Diponegoro. Di counter bayar Rp. 10.000,- dan biaya perjalanan taxi sampai ke konsulat Rp. 26.500,-

Urusan di konsulat juga tidak ribet. Kami masuk ke ruang pelayanan yang saat itu hanya terisi oleh sekitar 5 orang saja yang mungkin juga memiliki keperluan yang sama dengan kami. Beli formulir (atau dalam bahasa Malaysia disebut borang) Rp. 3000,-/lembar, diisi lengkap dan ditempeli pas photo, lalu dikembalikan ke petugas dengan dilengkapi passport (asli & photo copy), surat persetujuan dari Imigrasi Malaysia (asli & photocopy), photocopy KTP, serta uang Rp. 40.000,-. Setelah diperiksa kelengkapannya, lalu petugas memberikan bukti tanda terima yang bertuliskan nama dan nomor passport yang mengajukan dan selesai deh…

Jadi tidak sampai setengah jam, tugas utama kami berempat ke Pekanbaru sudah rampung. Tinggal menunggu selesainya surat tersebut hari Jum’at besok, yang akan diambil oleh agent yang ditunjuk oleh perusahaan (jadi kami atau Rose tidak harus ke Pekanbaru sendiri untuk mengambilnya).

Dengan taxi lagi (tawar menawar dapat harga Rp. 30.000), kami lalu menuju ke Hotel Furaya di jalan Sudirman. Aku, Hadi dan Binner satu kamar dan Hermin satu kamar sendiri. Karena sudah jam makan siang, kami kemudian keluar bareng-bareng mencari pengisi perut. Di ujung blok ketemu rumah makan Padang dan di situlah kami makan. Setelah makan dan berdiskusi tentang banyak hal (sampai jam 13.30PM), kembali ke hotel untuk istirahat. Cuaca panas kota Pekanbaru membuat kami lebih memilih kamar ber-AC daripada jalan-jalan.

Sore jam 17.05PM baru kami keluar, ke Matahari Dept Store di jalan Nangka. Berputar-putar di gedung 5 lantai itu sampai jam 18.50PM teman-teman membeli beberapa barang untuk dibawa pulang. Dengan menaiki angkutan kota, kami pulang. Sebelum masuk ke hotel, kami makan malam di warung tenda nasi uduk di pinggir jalan dekat hotel. Aku pesan ayam goreng sebagai menu utama dan teh es untuk melancarkan tenggorokan🙂

Sebelum balik ke hotel, aku beli nomor perdana Mentari agar bisa berkomunikasi murah dengan Mama Ani malam dan besok pagi. Sampai di kamar jam 20.10PM badanku gerah minta mandi. Tanpa babibu aku langsung saja mandi air hangat, wuih sueger…!

Menunggu kantuk datang, aku menelpon Mama Ani ke Batam. Dari suaranya terdengar bahwa Mama Ani masih kurang sehat, batuk dan sesaknya belum hilang. Sore sebelumnya memang aku di-SMS Mama Ani yang memberitahu bahwa ia sedang berobat di klinik Primadati Panbil. Aku hibur dan nasehati ia agar minum obat dan banyak istirahat.

Sekitar jam 22.30PM barulah aku tertidur, setelah sebelumnya nonton TV dengan teman-teman di kamar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s