Sakit Kangen?

Sesampai rumah pulang dari perjalanan ini, ternyata Mama Ani sedang demam tinggi. Ia tiduran di kasur berselimut tebal dari ujung kaki sampai leher. Katanya sudah 2 hari ngga’ enak badan dan tenggorokan pedih (sakit untuk menelan makanan). Aku ajak periksa ke dokter, Mama Ani ngga’ mau. “Ntar lagi sembuh kok, kan dokternya sudah datang.” katanya tersenyum usil.

Karena itu rencana untuk tidur lelap tadi malam aku batalkan. Mama Ani kalau sakit seperti itu suka menggigau, kasihan kalau tidak ada yang menunggui. Aku tidur-tidur ayam akhirnya, beberapa kali bangun dan memeriksa suhu tubuhnya, sekalian juga mengantar ADA pipis ke toilet sekali waktu (sempat lihat jam: 01.38AM). Setiap terbangun, aku lihat Mama Ani bisa tertidur lelap dan tidak menggigau. Suhu badannya semakin lama semakin membaik, terus turun dan tidak terasa panas lagi.

Saat kubangunkan untuk shalat Subuh bersama jam 5AM tadi, Mama Ani bilang sudah merasa lebih baik. Pusing dan mualnya sudah hilang, panas badan kembali normal, dan tenggorokan terasa lebih enak. Jadi ketika paginya kami membeli lontong dan soto untuk sarapan di Bida Ayu pintu 3, Mama Ani sudah nampak sehat seperti biasa. “Tuh kan, Papa pulang sakitku jadi hilang.” katanya sambil menghabiskan soto ayam di hadapannya.

Kayak gitu ya, sakit karena kangen? Bisa sembuh ketika bertemu orang yang dikangeni? Padahal aku pergi kan hanya 3 hari. Gimana nanti kalau hanya bisa pulang ke Batam seminggu sekali? “Ah kalau itu, beda dong! Aku nanti sudah siap kok.” kata Mama Ani membela diri. Hahahahaha….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s