Pagi Yang Basah

Dari subuh tadi sudah terasa dinginnya udara. Dari balik jendela, kesiur angin juga nampak menampar pepohonan, rerumputan dan dedaunan. Alhamdulillah tidak menyurutkan niat untuk segera mengambil wudhu dan menunaikan kewajiban sebagai hambaNya melaksanakan shalat Subuh.

Sambil menyiapkan diri menghadapi hari yang baru, di luar udara semakin basah, langit yang mulai terang tertutup awan pekat yang berarak merata, dan angin makin kencang. Setiap saat hujan bisa runtuh membasahi bumi.

Pukul 7 saat sarapan, deru hujan menjatuhi atap-atap rumah. Aku dan istri saling berpandangan, sama-sama tahu bahwa sebaiknya ADA tidak usah berangkat ke sekolahnya yang jauh di Baloi Persero sana. Daripada ia kehujanan dan batuk pileknya akan semakin menjadi…

Tapi bagiku, hujan bukan alasan untuk tidak berangkat kerja. Meski dengan jaket kulit dan plastik penutup kaki, GL Pro tetap melaju membelah pagi mengantarkanku ke kantor. Jalanan basah, motorku basah, jaketku basah, helmku basah, orang-orang pada basah, mobil-mobil basah, pohon-pohon basah, dan sebagian semangat juga menjadi basah.

Ah… pagi yang basah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s