Berburu Tikus

Kesal ngga’ sih kalau di rumah ada tikus? Apalagi ini dalam jumlah cukup banyak dan sering nampak ‘bermain-main’, baik di lantai dapur, di atas plafon (bunyinya gubrak-gubruk kayak kereta api lewat, sampai bikin tidur terganggu), kadang berseliweran di ruang tengah, dan pernah juga nampak di kamar mandi. Selain bikin kesal dan mengagetkan, juga khawatir bakal menyebarkan penyakit.

Hewan pengerat itulah yang belakangan ini sering menjadi pengganggu di rumahku. Sebelum tetangga sebelah kiri rumah datang pindah beberapa bulan lalu, rumahku bersih dari tikus. Tapi semenjak mereka pindah, mulai deh kedengaran ada bunyi-bunyi tikus di atas plafon. Apalagi semenjak kami membangun ruangan dapur yang sampai sekarang belum ditutup plafon, pergerakan tikus makin kelihatan. Untuk membasminya, beberapa kali aku membeli lem jebakan tikus dan berhasil menangkap beberapa ekor (4 atau 5 ekor).

Namun, belakangan ini nampaknya jumlahnya semakin banyak saja. Aku sering melihat beberapa ekor tikus kecil lari-lari di dapur. Biasanya yang kelihatan adalah tikus yang berukuran sedang dan besar. Artinya tikus-tikus ini semakin meraja lela dan beranak pinak. Tidak boleh dibiarkan nih!

Karena itu, hari Sabtu kemaren saat ke Hypermart di Mega Mall Batam Centre, aku kembali membeli lem jebakan tikus (2 bilah papan berperekat lem kuat) untuk dipasang di rumah. Dan hasilnya, luar biasa! Sampai Senin siang ini, sudah 15 ekor tikus berbagai ukuran terjebak di papan berlem tersebut. Padahal kedua papan ini hanya aku letakkan di samping kulkas (dekat rak piring) dan di pojok dinding (antara meja makan dan tumpukan kardus).

Setiap kali satu papan berhasil mendapatkan tikus (tanda kalau sudah ada tikus terjebak di situ: suara tikus yang mencicit keras atau bunyi papan terbanting-banting (jika tikusnya besar)), aku kemudian menjepit tikus-tikus itu dengan tang dan menariknya lepas dari papan. Aku bawa ke halaman belakang untuk dipukul dengan kayu sampai kepalanya hancur dan mati. Lalu bangkainya aku buang ke tanah kosong sekitar 50 meter dari rumah. Papan berlem kemudian aku letakkan kembali di tempat yang sama dan begitu terus berulang-ulang sampai berhasil mendapatkan 15 ekor (satu papan pernah dapat 2 ekor tikus sekaligus).

Puas rasanya berhasil menjebak tikus sebanyak itu. Paling tidak akan sangat mengurangi ‘penampakan’ dan bunyi-bunyian tikus di rumah. Rencana berikutnya adalah membongkar tumpukan kardus di pojok ruangan belakang karena aku curiga salah satu kardus itu dipakai sebagai sarangnya. Selalu terdengar ada aktivitas dan bunyi tikus kalau kardus-kardus itu aku pukul-pukul. Mungkin hari Jum’at saja aku lakukan pembongkaran itu, mumpung hari libur nasional.

Update: Sampai Kamis siang 05/April, telah terjebak dan dibunuh sebanyak 21 ekor tikus berbagai ukuran! Huh… kapok lu!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s