Nadine dan Kecantikan

(Posting ini diambil dari email gue ke teman-teman di kantor menanggapi soal keikutsertaan Nadine Chandrawinata di ajang Miss Universe 2006)

Not so pretty, Bro’.
Nadine menurut gue menarik, tapi typical face-nya masuk kategori membosankan.
Kalau dari sudut pandang bule (Europe, Aussie & Amrik), kecantikan Nadine tergolong biasa saja. Silakan surfing di forum-forum diskusi internet tentang kecantikan wanita Asia (Indonesia adalah salah satu yang paling digemari, selain Vietnam!) untuk membuktikan.
Menurut mereka malahan Lola Amaria, Tiara Lestari, atau Anggun C Sasmi jauh lebih cantik dan eksotik !!

Masih ingat ketika Guruh Sukarno Putra menikah dengan seorang gadis keturunan Kyrgystan (eh atau Kazakhstan ya?, pokoknya negara pecahan Uni Soviet di Asia Barat gitu….) ? Dia disebut dan disanjung sangat cantik. Tapi ternyata kecantikan seperti istri Guruh itu sangat standar di sana. Malahan di salah satu surat pembaca di Kompas ditulis kalau pelayan resto McDonald di sana lebih cantik dari istri Guruh itu !!

So, kecantikan adalah soal sudut pandang, selera, dan budaya. Tak bisa disamaratakan, seperti yang dilakukan dalam berbagai pemilihan ratu-ratuan ini, baik di tingkat lokal, daerah, nasional, ataupun internasional. Memilih dan menunjuk satu orang sebagai simbol kecantikan adalah pembodohan terhadap publik serta juga pembuktian hegemoni tertentu terhadap masyarakat/dunia. Coba saja pikirkan; sekelompok kecil orang dalam panel juri memaksa bagian terbesar masyarakat untuk mengakui bahwa orang yang mereka pilih adalah yang paling cantik di masyarakat, sehingga layak menjadi simbol untuk diikuti/disanjung/diberi kehormatan, dsb. Tak masuk akal, kalau menurut gue!

Kembali ke soal Nadine, jika ia sukses di ajang Miss Universe ini (waktu nonton salah satu infotainment hari Senin lalu, disebutkan kalau ia masuk 4 besar dalam penilaian juri dan polling dunia), maka Indonesia harus bersiap-siap dengan banjirnya produk-produk yang menjadi sponsor utama penyelengaraan Miss Universe, masuk, menyerbu dan menguasai pasar Indonesia. Ya, ini adalah konsekwensi logis dari hasil setiap pemilihan Miss Universe / Miss World. Negara pemenang akan dibanjiri oleh produk-produk kosmetik, kecantikan, fashion, kesehatan, dll dari para sponsor !!!

Miss adalah ikon yang harus ditiru masyarakat. Masyarakat (yang dibodohi) akan membeli produk-produk yang digunakan sang ikon. Produk-produk tersebut akan menjadi budaya bagi masyarakat. Perusahaan yang membuat produk itu akan diuntungkan, semakin besar dan pemiliknya akan menjadi sangat kaya.
Jadi, pemilihan ratu-ratuan ini tak lebih dari sekedar trik bisnis, friends. Tak lebih dan tak kurang, dan itulah kenyataannya. Hanya saja selubung ini tak banyak dilihat orang.

Menilai kecantikan itu harus dengan hati, karena kecantikan itu ada di sana.
Bukan di wajah, bukan di tubuh.

Anybody with me ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s