ADA Nebulasi

Selasa pagi (09/May) gue ditelpon istri yang mengabarkan kalau panas badan ADA naik tinggi disertai sesak nafas. Gue yang masih di pabrik jam 6 pagi itu (masuk kerja shift malam) langsung memutuskan pulang agar bisa membawa ADA pergi ke dokter/rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Ini adalah kambuhan penyakit sesak nafas/asthma ADA yang pertama dalam setahun terakhir ini, sudah cukup lama ia tak mengalaminya, makanya harus direspon dengan cepat.

Sesampainya di rumah, ADA masih tergolek lemah di tempat tidurnya. Ia menangis ngga’ mau diajak ke dokter karena takut nanti ‘di-oksigen’. Setelah gue bujuk dengan mengatakan bukan dioksigen melainkan untuk Nebulasi, barulah ia mau diajak pergi.

Taksi datang jam 7-an, kami langsung berangkat. Rencananya adalah ke RS Otorita Batam di Sekupang, yang adalah rumah sakit rujukan dari klinik kesehatan perusahaan. Tapi di saat taksi langganan kami ini mampir mengisi bensin di tengah perjalanan, kami akhirnya memutuskan untuk membawa ADA ke RS Awal Bros. Pertimbangannya ada 2, pertama karena kami tidak mengantongi surat rujukan dokter klinik perusahaan (yang nantinya akan diminta di RS Otorita Batam) dan kedua karena pertimbangan waktu dan jarak. Ini adalah kunjungan pertama kami ke rumah sakit ini sejak ia hadir di kota Batam.

Setelah diperiksa perawat dan dokter, ADA kemudian di-nebulasi sekitar 20 menit. Selama proses itu, ADA kami semangati untuk menghirup banyak-banyak uap obat yang keluar dari selang di maskernya itu. Kami bilang agar ADA mengusir cepat-cepat penyakit yang ada di saluran pernafasannya agar cepat sembuh. Sesekali kami ciumi dia sebagai ungkapan sayang dan simpati padanya. ADA tersenyum dan mengangguki nasehat-nasehat kami. Ia menghirup dalam-dalam uap obat melalui hidung dan mengeluarkannya melalui mulut. Ia anak yang sangat pemberani!

Setelah itu dokter memberikan beberapa nasehat, membuat resep obat dan surat keterangan. Dan konsultasi dengan dr Henry Maulana itu masih terus berlanjut dengan istri gue sementara gue menyelesaikan urusan administrasi dan mengambil obat di apotik.

Alhamdulillah ADA dapat perawatan yang baik dan dengan penanganan yang intens disertai obat di rumah ia akan bisa pulih sembuh seperti sebelumnya. Tinggal bagaimana kami mengontrol kegiatan ADA di rumah, karena meskipun sakit ADA paling tidak bisa diam !

Catatan tambahan, istriku bilang bahwa ia senang dengan layanan dokter dan rumah sakit Awal Bros ini. Ramah, bersih, cepat dan biayanya terjangkau (sebelumnya kami berfikir bahwa RS Awal Bros ini adalah rumah sakit yang mahal). Bahkan jika nantinya hamil dan melahirkan, istriku mau dirawat di sana (padahal sebelumnya ia ngga’ percaya pada rumah sakit-rumah sakit yang lain di Batam). Gue yakin orang-orang di Awal Bros akan tersenyum senang membaca ini, karena bagaimanapun first impression judges it all.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s