Auntie Rajesh memperkenalkan kami pada salah satu nasi lemak yang cukup tersohor di Johor Bahru. Sore kemaren sepulang bekerja, aku ‘diculik’ olehnya bersama Mama Ani, ADA, Emilly & Winni dengan menggunakan Honda Jazz milik Emilly menuju Taman Perling. Ia pernah menetap 5 tahun lebih di sekitaran Perling untuk mengetahui, mencicipi dan menjadi pelanggan nasi yang diolah oleh India muslim ini. “Last time I was their regular customer. That cashier is the son of the owner. I think he is running the business now.“
Restoran Mana Lagi berada di tengah-tengah jajaran ruko di jalan Pesisiran 1. Nampak biasa saja, sebelah menyebelah dengan ruko lain dengan aneka produk dan jasa yang ditawarkan. Di sebelahnya, saat kami datang, sebuah bengkel motor baru saja menutup pintunya. Beberapa meja dan kursi telah ditata rapi, menutupi hampir separuh jalan. Yang tidak biasa, pengunjungnya berjubel! Di dalam maupun di luar restoran semua meja dan kursi penuh terisi. Hampir Magrib saat kami sampai di sana, sehingga pengunjung ramai. Sebagai informasi, restoran ini hanya buka mulai pukul 5 sore sampai 12 malam saja.
Dan inilah menu andalannya: nasi lemak dengan ayam goreng panas. Porsi nasi dapat disesuaikan dengan selera makan, demikian juga dengan sambalnya. Ayam goreng juga bisa ditukar dengan paru goreng, sotong, dendeng atau ikan goreng. Namun dari pantauanku selama di sana, ayam goreng adalah pilihan utama, bahkan beberapa orang sampai mengantri panjang menunggu ayamnya siap digoreng.
Pada suapan pertama aku langsung merasakan kenikmatan nasi lemak ini. Pantas saja ia terkenal dan dicari banyak orang. Nasinya lembut, tidak lengket, terasa gurih dan tentu saja khasnya nasi lemak yang wangi pandan serta samar-samar rasa jahe. Ayamnya juga sedap, gurih dan sedikit pedas. Hampir mirip ayam khas Jawa yang ‘diungkep’ dahulu sebelum digoreng. Sambalnya dalam ukuranku sebagai orang Minang yang suka pedas dinilai kurang terasa. Tapi untuk ukuran nasi lemak cukup oke, apalagi campuran teri di dalamnya tidak pelit.
Nice nasi lemak! I must agree with Auntie Rajesh: one of the best in town!
“Last time I was they’re regular customer. That cashier is the son of the owner. I think he is running the bussiness now.“..
wow, i really dont get it at my first glances….no harm, in my humble opinion, maybe you should write it carefully…do check your punctuation ,grammar error.. cheers mate..
Wow.. Does graMMar counts in this market? You don’t make my blood go upstairs.
) (Sorry for my grammar)
thank you for the feedback, helaza.
the correction have been made upon it. or do I miss some more?
Maybe the sentences can be better
, anyway, ‘bussiness’ is wrong spelled, business..
cheers mate..
again, thanks helaza!
I wish I have sharper brain and eyes, just like you…