Haah… akhirnya di-posting juga cerita liburan ini! Tertunda-tunda terus (kalah dengan pekerjaan dan posting di blog-blog yang lain), banyak revisi di sana-sini dan masih gagap juga dengan fasilitas di WordPress ini.
Seru abis! Itulah dua kata untuk mengungkapkan bagaimana rasanya liburan 2 hari kami pada libur tahun baru China minggu lalu. Seru perjalanannya, seru mainnya dan seru petualangannya.
Mau mulai dari mana ya? Dari awal berangkat di Johor Bahru aja deh… (selanjutnya Johor Bahru akan disingkat JB saja)
Rabu malam 6/Feb jam 10 kami sudah sampai di terminal bus Larkin untuk mencari bus yang akan menuju Kuala Lumpur (selanjutnya akan disingkat KL). Sebenarnya pada siang harinya kami juga sudah ke sana untuk memesan tiket, tapi sudah kehabisan dan banyak bus operator tidak menjual tiket untuk malamnya karena mereka tidak tahu pasti apakah bus akan ada atau tidak. Maklum, ini adalah hari libur (Tahun Baru Cina) dan bus dengan perjalanan terjadwal biasa semua sudah habis dipesan. Lagipula harga yang ditawarkan siang itu hampir 2 kali lipat dari harga normal. Setelah bertanya sana sini dan dengan beberapa pertimbangan, akhirnya kami putuskan berangkat malam hari dengan sistem tembak saja: jika ada bus maka kami berangkat, jika tidak ada maka kami akan pulang dan esoknya coba lagi.
Ternyata malamnya malah lebih gila lagi. Calon penumpang lebih banyak, bus yang tersedia semakin sedikit dan harga tiket semakin melambung! Tarif normal untuk bus executive (kursi 2-1) dari JB ke KL adalah RM24, tapi malam itu ditawarkan RM70! Nyaris 3 kali lipatnya dan jelas-jelas menambah beban ke budget perjalanan kami. Cari sana-sini dan mempertimbangkan beberapa hal (biaya, waktu, kerepotan, rencana jalan, dll) akhirnya kami memutuskan untuk membeli 2 tiket bus untuk bertiga (aku, Mama Ani dan ADA) dengan harga RM65 (ini pun setelah nego alot dengan agen busnya).
Akhirnya berangkat juga! Tepat pukul 00.30 sesuai dijanjikan, bus berangkat menuju KL. Aku sharing tempat duduk dengan ADA (ADA kupangku), karena ternyata bentuk kursinya tidak memungkinkan untuk duduk berjejer bertiga (tidak seperti yang kami bayangkan dimana kami bisa duduk berdampingan bertiga). Sepanjang perjalanan ADA lebih banyak tertidur.
Sampai di KL, kami turun di terminal Puduraya. Masih pukul 5.30 pagi, belum masuk waktu Subuh. Tapi ramainya orang tidak seperti menunjukkan waktu yang masih dini hari! Di jalan, di emperan toko, di restoran-restoran, dimana-mana banyak sekali pendatang, sopir taksi, penjual makanan, dll yang berada di sekitaran terminal Puduraya.
Kami mencari mushalla untuk shalat Subuh dulu dan setelahnya lalu sarapan pagi. Aku dan ADA makan lontong sayur sementara Mama Ani makan soto pakai lontong juga. Tapi ah, asli rasa makanan terminal, ngga’ ada enaknya! But not many choices available that morning so we have to digest it as it is.
Rencana perjalanan kami hari pertama adalah ke Genting Highland. Silakan ke sini untuk melihat bagaimana kami menuju ke sana. Yang jelas, sesampainya di Genting Highland kami bertiga terkagum-kagum dan excited sekali dengan semua yang ada. Mulai dari bunga-bunga, pemandangan, arena permainan, fasilitas yang ada, semuanya…
Ini beberapa photo saat di sana:
Mama Ani takut-takut pengen di gondola skyway, excited dan memuji Allah di taman bunga, dan menikmati Monorail, Boating, dan Dinosaurland yang kami ikuti. ADA enjoy sekali di Busy Bugs, Circus Ride dan Junior Bumper Car, menjerit-jerit dan menangis di roller coaster Corkscrew dan Flying Dragon (lihat ekspresinya di photo!) tapi masih juga berani nantangin naik Cyclone. Sementara aku merasakan adrenalin yang terpacu saat di Space Shot.
Wuih, pokoknya seru, seru dan seru!
Dan satu hari penuh di Genting Highland tidaklah cukup untuk menikmati semua wahana yang ada. Too many things and so little time. Turun dari Genting sudah malam dan meski di jadwal bus masih ada, ternyata tidak ada lagi bus yang ke Puduraya seperti yang kuinginkan. Terpaksa kami naik bus yang ke Gombak dan dari situ naik kereta LRT lagi menuju Puduraya. Sebenarnya tidak persis Puduraya karena kami turun di Pasar Seni dan berjalan kaki sambil mencari hotel di sekitaran situ.
Penginapan penuh semua di sana! Mulai dari kelasnya backpacker, inn, lodge, sampai hotel berbintang, semua fully book! Fiuuh… kami berkeringat mencari ke sana kemari dan sampai jam 10.30 malam belum dapat tempat menginap juga. Saat libur memang dimanfaatkan banyak orang untuk mengunjungi KL dan mereka tentu menginap di penginapan-penginapan di lokasi strategis seperti Puduraya. Aku melihat banyak sekali pekerja-pekerja asing dari Bangladesh, Nepal, Vietnam, India, Pakistan, dll membanjiri KL datang dari beberapa kota sekitarnya. Mereka nampak berkelompok-kelompok dan berjalan kesana kemari memenuhi jalan.
Lelah kesana kemari tidak dapat tempat menginap, akhirnya kami putuskan menginap di AnCasa hotel. Itupun tidak dapat kamar standard lagi sehingga kami memilih kamar superior. Lihat sendiri tarifnya, weiks! Jadinya over budget lagi, over budget lagi… dan (hiks…) dengan sangat terpaksa menggesek si kartu sakti yang sudah lama tidak digunakan itu!
Berendam di air hangat (“Seperti yang di TV-TV itu lho Pa!” kata ADA mengomentari bathtub, yang kemudian diisinya sabun cair sehingga banyak busanya), makan malam, lalu masuk selimut. Ahhhh… nikmat sekali melepaskan penat perjalanan satu hari.
[...] ke Sentral Market yang sangat sangat ramai. Seperti disebut di bagian pertama perjalanan ini, banyak sekali pendatang (terutama pekerja asing) dari negara-negara Asia Selatan [...]
aduhhhh seru seru seruuu…gpp wis overbudget, it’s kinda worthed..!!
ADA lucu sekali ya, ngeri2 ketagihan naik wahana2 rollercoaster ya nak, hehehe
duh kapan ya bisa ajak anak2 kesini….mumpung ada guide gratis yang bisa dimintain buat nganterin wekekekekek
jadi tujuan selanjutnya Rik? **nagih.com**
kehormatan buat kami untuk mengantarkan ‘keluarga tenar’ ini. kapan saja kami siap, Mbak!
[...] di pelabuhan, baik di Harbour Front maupun di Batam Centre. Hendak jalan ke luar kota, teringat pengalaman tahun lalu, jelas bakalan berdesakan dan berebutan bus lagi. Faktor penghematan uang juga masuk dalam [...]