Jum’at 31 Agustus adalah Hari Kemerdekaan Malaysia, jadi merupakan hari libur nasional. Setelah berenang dengan ADA di kolam renang apartemen dan sarapan roti prata telor, kami jalan-jalan ke Bandaraya (pusat kota Johor Bahru) dengan menaiki bus kota (RM 3.20 per orang, bus full AC). Kami berbelanja berbagai macam barang (“Untuk souvenir”, kata Mama Ani) dan makan siang di Angsana Plaza (“Susah bener ya Ma, ketemu nasi putih,” kata ADA, “bisa kurus kering ADA nanti di sini!”). Lelah berputar-putar, sekitar Magrib kami pulang naik bis lagi (RM 2.80 per orang, non-AC). Yang lucu, di dalam bis ternyata sebagian besar penumpangnya adalah orang Indonesia. Ini diketahui dari bahasa Jawa mereka yang kental ketika saling bercakap-cakap. Kebanyakan adalah para pekerja wanita yang masih muda-muda.
Hari Sabtu aku bekerja setengah hari, pukul 1.30 siang sudah sampai di apartemen lagi. Aku ajak Mama Ani dan ADA makan siang di kantin bawah dekat kolam renang. Setelah itu ADA bermain di kids playground di belakang apartemen blok D sampai menjelang Ashar.
Minggu pagi sesudah sarapan di kantin, kami meninggalkan apartemen pukul 7.30 menuju Singapore. Kebetulan ada van yang akan ke Harbour Front, jadi kami bisa menumpang sampai ke Jurong East Interchange. Tujuan perjalanan kami adalah ke Singapore Zoo. Karena tidak ada bus langsung ke sana, maka kami ke Choa Chua Kang dulu dengan MRT (S$ 1.30) dan dilanjutkan dengan bus #927 ke Zoo (S$ 1.60).
Ramai sekali ternyata di Zoo. Meski mendung (yang akhirnya turun hujan juga) tapi para pengunjung (yang berasal dari berbagai bangsa) tidak berkurang, malah semakin siang semakin ramai. Beberapa photo saat di Zoo ada di bawah:
Sore jam 5.50 kami sudah menaiki ferry kembali ke Batam. Setelah makan malam di Solaria Mega Mall (“Gaya juga ya,” kata Mama Ani, “makan pagi di Malaysia, makan siang di Singapore, dan sekarang makan malam di Indonesia!”), kami pulang ke Bukit Kemuning. Karena kelelahan, dalam perjalanan pulang ADA sampai ketiduran di taksi.












