Feeds:
Posts
Comments

9th Anniversary

Rasanya masih baru beberapa waktu yang lalu kita mendatangi masjid, menemui pak Penghulu, dan mengikrarkan pernikahan kita. Rasanya baru kemarin aku melihatmu begitu cantik melangkah dalam balutan broklat dan kerudung putih itu. Rasa bahagia di dada pun masih begitu terasa membuncah.

Padahal itu persisnya sudah 9 tahun berlalu. Di pagi yang sama dengan hari ini sembilan tahun yang lalu kuucapkan qobul pernikahan kita menjawab ijab dari Bapak di tengah-tengah masjid di komplek perumahan di sebuah sudut desa di Kediri sana. Pagi 9 tahun yang lalu itu engkau menangis haru, pagi 9 tahun yang lalu itu aku menangis bahagia, sebagaimana juga keluarga kita semua. Pagi 9 tahun yang lalu itu kita memulai langkah kita sebagai suami istri.

Tidak terasa ya Ma, sudah 9 tahun berlalu dari saat itu. Kita jalani kehidupan ini bersama yang kemudian dilengkapi dengan kehadiran ADA, putri tercinta satu-satunya buah hati kita. Susah senang kita hadapi bersama. Berpindah rumah, berpindah kota, berpindah pulau, bahkan berpindah-pindah negara kita lakukan dengan gembira, asal kita selalu bersama. Sungguh tak terasa, semua berlalu sudah. Dan bahagianya masih sama bahkan terus bertambah dari hari ke hari!

Selamat ulang tahun pernikahan ke-9, Mama Ani! Tiada lain yang kita harapkan selain dari ridha Allah SWT atas apa yang kita miliki. Tujuan cinta kita hanyalah untuk meraih cintaNya pada kita, engkau sangat mengerti itu. Seabadi cintaNya, Insya Allah IA memberkahi kita kehidupan yang baik di dunia dan kelak di akhirat.

Update 10 July 2009: Pesan singkat dari Mama Ani berisi do’a dan harapan:

Ya Allah, semoga kami bisa menjaga kesucian cinta yang Engkau anugerahkan, karena dalam cinta itu kami merasakan cintaMu yang begitu besar terhadap kami. Dalam cinta itu ada suka sehingga kami bahagia, ada duka sehingga kami sadar untuk senantiasa mensyukuri. Ya Rabbi, cinta yang kekal hanya milikMu, tapi hamba yakin cinta kami ada karena cintaMu. Izinkan kami saling mencintai dan merasakan bahagia di dunia ini maupun di akhirat, tanpa pernah lupa mengutamakan cinta kami kepadaMu, ya Allah. Amiiin…!

Hari pemungutan suara pemilihan Presiden Republik Indonesia. Orang-orang berdatangan ke tempat pemungutan suara. Aku tidak terdaftar di DPT di Samarinda karena baru pindah dan tidak mengurus kepindahan itu untuk dapat memiliki hak suara. Hak suara yang di Batam biarlah hilang dan aku berleha-leha saja di rumah menonton TV (yang semua channel lokal menyiarkan langsung suasana pemungutan suara) dan membaca koran Tribun Kaltim.

nx-g900Tertumbuk mata pada satu iklan produk yang sempat menarik perhatianku sebelumnya di koran tersebut. Handphone Nexian G900 atau yang disebut-sebut sebagai Nexberry karena begitu mirip dengan handphone Blackberry (tipe Bold) sedang promo bundling dengan provider XL di Samarinda Central Plaza (SCP) mulai hari ini. Maka tanpa pikir panjang, segera aku berkemas ke SCP.

Ternyata counternya belum dibuka karena khusus hari ini SCP baru dibuka jam 1 siang untuk memberi kesempatan pada pengunjung dan pemilik usaha melaksanakan hak pilihnya. Maka setelah berjalan-jalan di sekitar situ, makan siang dan shalat dzuhur, barulah aku kembali ke counter XL tersebut. Paketnya cukup oke, NX-G900 ini dijual pada harga Rp. 1,100,000 sudah termasuk bonus pulsa Rp. 105,000 dari XL dan memory card 2GB plus beberapa bonus isi ulang pulsa. Beda sedikit saja jika dibandingkan dengan saat pertama kali diluncurkan pada Indonesia Cellular Show 2009 di JCC awal Juni lalu yang menghebohkan itu.

Singkat cerita, NX-G900 akhirnya menjadi milikku. Bukan aku yang akan memakainya karena ia akan menjadi hadiah ultah pernikahan untuk istriku. Jadi saat pulang ke Jawa minggu depan, aku akan mengoleh-olehi handphone ini untuknya. Pasti Mama Ani akan senang menerimanya!

Mumpung masih di SCP dan sebagai satu-satunya plaza yang punya bioskop di Samarinda, aku tertarik untuk menonton film. Sudah sangat lama aku tidak pernah menonton langsung di bioskop, terakhir saat menonton Laskar Pelangi bersama keluarga di Batam (yang adalah acara menonton pertama aku dan istri (plus anak, saat itu) setelah lebih dari 10 tahun!). Ada beberapa judul yang sedang tayang tapi akhirnya aku memilih film Transformers2. Pertimbangannya adalah rekomendasi teman-teman yang sudah menonton dan resensinya yang menarik di koran dan internet.

Transformers Revenge of The FallenTapi sorry berat untuk semua teman yang telah merekomendasi bagus film ini, aku tidak menilainya begitu. Terkesan sih iya dengan kehalusan special effect canggih dan imajinasi tinggi sutradara, penulis cerita dan para desainer robotnya, tapi ujung-ujungnya aku malah tertidur di tengah-tengah cerita! Beneran, aku terkantuk-kantuk dari mulai pertengahan cerita sampai akhir film. Padahal kata orang itu bagian paling seru-serunya!

Aku bosan dengan film itu, mungkin karena memang tidak tertarik pada genre film khayal begini. Bagiku Transformers2 adalah film anak-anak yang dibawa ke dunia orang dewasa. Aku bahkan tidak bisa membedakan mana robot-robot di pihak kawan dan mana yang pihak lawan setelah mereka semua bertransformasi dari mobil menjadi robot. Terutama sekali pada saat-saat pertempurannya, aku bingung menyaksikan siapa yang bertempur, apa yang dipukul, siapa yang menang/kalah dan sebagainya. Aksi-aksinya juga demikian, kenapa robot ini menghisap semua benda yang ada disekitarnya, untuk apa robot itu menghancurkan kota, kenapa matrix yang sudah menjadi debu bisa utuh kembali, banyak yang tidak jelas untukku.

Setelah menonton film Transformers2, secara keseluruhan aku tidak merekomendasikannya bagus. It just not the movie I like to watch, that’s it!

Buku Baru Lagi

Dari Gramedia Samarinda seperti biasa, ada 3 nih yang berhasil menarik perhatian dan dibawa pulang:

panggil-aku-king garuda didadaku

1. Panggil Aku KING, biografi legenda bulutangkis Liem Swie King

2. Garuda Di Dadaku (ternyata ini buku cerita trilogi untuk anak-anak)

3. Satu novel, lupa judulnya (update later)

Posting status seorang sahabat di dinding Facebook-nya membuat mataku merebak berair pagi ini. Sahabatku itu sedang menunaikan ibadah umrah ke tanah suci bersama keluarganya dan ia memajang photonya yang baru saja sampai di Masjidil Haraam.

Ya Allah, sungguh bergetar hati ini melihat rumahMu! Meski hanya di photo, aku merasa melihatnya di depan mataku. Dan, ia memanggil-manggilku! Ya Allah, betapa rindu hati ini untuk bisa bersujud merendah dan memasrahkan diri padaMu di sana. Untuk melangkahkan kaki ber-thawaf mengelilingi Ka’bah. Untuk mencium Hajarul Aswad. Untuk berada dekat dengan makam RasulMu tercinta Muhammad SAW. Ingin, ingiiin sekali…!!

Engkaulah Pemeluk semua hasrat, Engkaulah Pengabul semua keinginan, Engkaulah Pendengar semua bisikan, Engkaulah Pemilik semua harap, ya Allah. Engkau Maha Tahu aku dan hanya padaMu semuanya kusampaikan dan tujukan. Engkaulah Pembuka dan Pemberi jalan, mudahkan dan ringankan untukku, ya Allah!

“ADA mau sembuh kalau nanti Papa sudah di sini. Kapan Papa pulang?”

Ya Allah, sembuhkan dan ringankanlah sakit anakku. Aku pasrahkan dan titipkan ia padaMu.

Novel yang baru masuk dalam koleksiku:

Madame Mao Yakuza Moon - Shoko Tendo

1. Madame Mao – Anchee Min

2. Yakuza Moon – Shoko Tendo

Belum sempat dibaca, masih menyelesaikan buku/novel yang sebelumnya telah dibeli terlebih dahulu.

Hanya perlu waktu 2 bulan bagi ADA untuk melanjutkan kelas 2-nya di SD ABC Pandaan, Pasuruan untuk kemudian naik ke kelas 3. Ya, ADA baru saja dinyatakan naik kelas pada penerimaan rapor akhir minggu kemarin! Padahal seperti diketahui sebelumnya, kepindahan sekolah ADA dari SKTNP1 Johor dilakukan pada saat ia juga baru saja 2 bulan di tahun ajaran baru kelas 2 sana. Artinya secara keseluruhan ADA hanya merasakan suasana belajar kelas 2 selama kurang lebih 4 bulan saja (2 bulan di Johor dan 2 bulan di Pasuruan)!

Namun meski hanya punya waktu kurang dari 2 bulan untuk mengejar ketertinggalan pelajaran dengan teman-temannya yang lain di SD ABC, ADA dapat beradaptasi dan menguasai pelajaran dengan cepat. Hasilnya pun juga sangat mengesankan. Pada rapor yang dibagikan Sabtu lalu, ADA memperoleh nilai rata-rata 82 (skala 100) untuk semua mata pelajaran. Tertinggi pada bahasa Inggris dan Matematika (yang mendapat nilai sempurna 100) dan terrendah di bahasa daerah dan olahraga (dengan nilai di sekitar 70-an). Alhamdulillah, she can catch up very fast with very good result!

Goldi, ADA & Osha ICSetelah membagikan buku rapor di pagi hari, SD ABC siang harinya mengadakan acara hiburan pentas seni yang menyajikan pertunjukan para murid berkesenian, antara lain menyanyi, menari, membaca puisi dan sebagainya. Dalam acara tersebut, ADA kebagian mengisi pertunjukan musik angklung bersama teman-temannya. Selain itu juga ada hiburan dari penyanyi cilik jebolan acara Idola Cilik 1 RCTI yaitu Goldi dan Osa. Kebetulan ADA mendapatkan kesempatan untuk berphoto bareng mereka berdua, seperti hasil di atas yang dikirimkan Mama Ani padaku melalui MMS keesokan harinya.

ADA Flying FoxSelamat anakku, untuk prestasimu yang sangat bagus! Papa tahu ini kondisi yang berat untuk kita bertiga dengan Papa tidak mendampingi ADA, tapi ADA mampu melewatinya dengan sangat baik meski sempat juga jatuh sakit sebelum ujian. Selamat menikmati liburanmu! Nanti saat Papa pulang, kita flying-fox yuk!

Pagi tadi bangun dengan rasa malas yang luar biasa. Angka digital di HP-ku sudah menunjukkan waktu 05.07 WITA. Adzan Subuh jelas sudah berlalu, hanya meninggalkan suara sayup-sayup orang membaca Al Qur’an dari spekear masjid terdekat yang sampai ke telingaku. Tapi bagaimanapun juga, kewajiban harus tetap dilaksanakan. Panggilan Illahi adalah segalanya. Jadi dengan tekad kuat aku seret badan ini ke kamar mandi untuk mengambil wudhu membersihkan diri dan melaksanakan shalat.

Ada dua hal yang membuatku tidak terbangun oleh suara alarm, yang menimbulkan rasa malas membuka mata itu. Kelelahan akibat bermain futsal dan posisi tidur yang salah. Ya, tim kantorku diajak bertanding oleh tim futsal kantor tambang yang lain tadi malam. Bukan, bukan kompetisi. Hanya pertandingan persahabatan. Tapi tetap saja melelahkan dan menguras tenaga. Apalagi mainnya 2 jam sekaligus. Sampai di rumah, setelah mandi, langsung terkapar tidur. Entah bagaimana tidurku, yang jelas bangun-bangun pinggang terasa sakit. Selidik punya selidik, ternyata papan kayu dipanku itu renggang di bagian tengah, di situlah posisi pinggang kemungkinan agak melesak ke dalam dan menimbulkan rasa sakit saat bangunnya.

Eh, kok malah jadi menulis yang ngga’ penting gitu? Tak banyak yang hendak ditulis dari hari-hariku belakangan ini, makanya yang ngga’ penting juga ditulis, hehehe…. Hari-hariku diisi dengan bekerja di kantor dan beristirahat di rumah setelahnya. Tak banyak yang melenceng dari itu. Jadi, apa yang hendak ditulis? Pekerjaan ya begitu-begitu saja. Membosankan untuk diceritakan, tak menarik. Di rumah apalagi? Memangnya hendak menulis soal sepinya hiburan di rumah gara-gara jaringan TV kabel di cabut (“mas, jangan gegabah dong main cabut aja! kami ‘kan selalu bayar. ayo, dipasangin lagi!“). Atau soal ‘masakan’ mbak Siti (orang yang membantu bersih-bersih, nyuci dan masak di mess) yang itu-itu saja. Tidak menarik, ‘kan?

Selain itu juga lantaran keranjingan ber-fesbuk-ria, banyak hal tercurah ke sana. Update status di Facebook bisa beberapa kali sehari, belum terhitung komentar-komentar di status teman-teman. Sehingga rasanya apa yang ada di pikiran sudah keluar semua dan tidak perlu dituliskan secara tersendiri ke dalam blog. Makanya jadi jarang mampir untuk menulis di sini.

Tapi isi blog harusnya beda dong dengan status di FB, ya ngga’? Betul. Karena itulah aku mampir sekarang dan menulis kembali. Meski tidak penting tapi tetap berarti. Bukan demikian, teman? Sampai bertemu di tulisan berikutnya!

Apa Saja Yang Baru?

Selain pekerjaan baru, kota yang baru, suasana yang baru, apalagi yang baru padaku saat ini? Nah ini ada beberapa hal yang baru akhir-akhir ini:

Gelang & Kartu1. Kartu yellow belt bintang 1 ESQ, gelang dukungan terhadap pendirian Menara 165 dan 2 kaos polo merchandise ESQ.

Diperoleh saat menghadiri training ESQ Profesional angkatan 13 Samarinda di Swissbel Hotel Borneo akhir minggu lalu.

2. Rekening tabungan di bank Mandiri dan pembuatan kartu ATM bank BTN.

Lantaran kantor membayar gaji melalui Mandiri, akhirnya aku buka rekening lagi di bank Mandiri berhubung nomor rekening yang dulu ternyata sudah tidak aktif lagi. Sementara untuk kartu ATM BTN ini baru sempat dibuatkan sekarang padahal sudah sejak 2004 memiliki rekening di sana.

3. Pindah dari tempat kost ke mess perusahaan

Phone4. Koneksi internet di handphone.

Akhirnya sempat juga mampir ke grapari Telkomsel untuk mengaktifkannya. Great, now the world is on my hand! *halah, rada berlebihan kayaknya ini* :)

5. Keranjingan game online Mafia Wars

Sebagai akibat kecanduan Facebook, jadi keranjingan main game ini nih di sekarang :)

6. Koleksi bacaan baru

A Child Called It adalah buku lama (sepuluh tahun?) yang dulu sempat aku incar-incar tapi kemudian tak terbeli dan terlupakan dan baru sekarang kelihatan lagi, Komik Lagak Jakarta edisi koleksi 1 dan buku Reporter and The City yang berkisah tentang seorang reporter TV yang kelihatannya seru (belum dibaca, masih antri).

Reporter and The City A Child Called It Lagak Jakarta edisi koleksi 1

Apalagi ya? Hmm… nanti kalau ada, akan di-update pada postingan selanjutnya. Untuk sementara cukup ini dulu saja.

Sendirian merantau jauh-jauh ke Samarinda, tiada kawan tiada sanak saudara, maka kepada merekalah aku mendekatkan diri. Seperti juga begitu dari dulu, selalu mereka yang aku cari. Teman bisu yang dapat berbicara dan bercerita kepadaku tak henti-henti, membawa pergi pikiranku untuk berkelana jauh melintasi ruang dan waktu, yang mengusir segenap sepi dan letih diri dan menggantinya dengan pencerahan pemikiran, bahkan ia sanggup mengayun-ayun hingga aku jatuh terlelap.

Buku. Entah apapun kandungannya, adalah teman yang kumaksud.

Sepulang bekerja, kala tubuh telah disegarkan kembali oleh mandi, seusai tafakur Isya dan makan malam, aku menemui salah satu dari teman-temanku ini. Pilihannya sengaja ke novel saat ini, karena lebih ringan. 2 minggu di Samarinda 5 novel telah menjadi koleksiku. Inilah mereka:

Saat ACinta Berhijrah The Ghost Negeri Van Orange Kisah Langit Merah Kun Fayakun

1. Kisah Langit Merah – Bubin Lantang (sudah dibaca)

2. Kun Fayakun – Andi Bombang (sudah dibaca)

3. Negeri Van Oranje – karya bersama (sedang dibaca)

4. Saat Cinta Berhijrah – Andi Bombang (belum dibaca)

5. The Ghost – Robert Harris (belum dibaca)

(Status keterbacaan per tanggal 19 Mei 2009)

Older Posts »